Rabu, 11 Juli 2012

Note de vacances #1

pernah ngerasain hari yang bener-bener mellow dan gak tau gimana ngehibur diri?, seakan semuanya kompakan hari ini musuhin kamu. Yep saya pikir saya baru saja mengalami hari seperti itu. Tiba-tiba aja saya  teringat sama Nam di film A Little Crazy Thing Called Love, seinget saya ada scene ketika habis dia sempat broken heart gitu, dia melampiaskanya dengan belajar di rooftop. Dia belajar tapi sambil nangis, pertama nonton saya heran emangnya konsen gitu ya belajar sambil nangis? Kenapa gak diselesaiin dulu nangisnya?

Saya barusan mikir dan mungkin bisa dikatakan mengalami hal serupa, bukan maunya dia juga belajar sambil nangis. Dia HARUS belajar, karena Nam janji sama ayahnya untuk dapat peringkat satu dan melanjutkan studinya di Amerika menyusul ayahnya. Nam memang mengalami hal buruk tapi memangnya dunia ini mau peduli apa sama kesusahan kita? Memangnya masalah selesai kalau nangis berlarut-larut dan terus menyesali keputusan yang sudah diambil? le monde est en train de changer, vous avez peur du futur ou êtes-vous optimiste ?

Lebih tepatnya lagi, Nam gak punya waktu untuk menangis, bahkan untuk menyesal. Daripada menangis dan meratapi nasib, mending melakukan hal lain yang leih berguna, kalau Nam karena dia siswa SMA kelas 3 dia harus belajar keras untuk lulus dan mendapatkan universitas yang baik.
Kalau saya, saya gak boleh terus down dan HARUS terus belajar. Minggu ini mungkin bisa disebut minggu-minggu “jenuh” akan rutinitas dan gak bisa dipungkiri homesick adalah penyakit umum anak rantauan. Tapi saya harus bertahan, saya harus kuat dan harus bisa beradaptasi. apalagi kewajiban saya gak cuma di satu tempat.

Saya gak bilang gaboleh nangis, nangis boleh-boleh aja sekedar untuk melepas beban dan mengekspresikan kesedihan tapi juga jangan berlarut-larut. Masalah gak akan selesai  begitu aja dengan nangis, hadapi masalah tersebut dan selesaikan kalau bisa langsung . Jangan lupa kita juga punya teman untuk berbagi cerita dan minta saran. Saya jadi ingat teman saya, Latin, sewaktu kumpul angkatan calon-keamanan OSKM 2012, dia bilang “ Kalau kalian semua ngerasa capek, ingatlah kalau ada 291 orang lainya yang juga merasakan capek yang sama dengan yang kalian rasakan saat ini. Ingat kalau kalian itu nggak sendiri .. “

Je vous remerci, Latin. Mungkin kamu gak tahu kalo kata-kata kamu dulu itu jadi penyemangat buat aku sekarang. Roda emang berputar tapi gak selamanya di bawah. Mungkin juga saat ini aku terlalu konsen ama yang ak gak dapet saat ini. Waktu buat santai sama keluarga, libur, tidur gak ada apa-apanya dibandingkan ilmu-ilmu baru yang saya dapat dan teman-teman baru seperti keluarga di diklat terpusat, diklat divisi juga temen-temen di IFI Bandung. Semangat jem ayo semangat jalan masih panjang! AMAN AMAN AMIIN !


Senin, 09 Juli 2012

On Foreign Shores

Don't Travel to the north
where days grow shorter and the air
rustles with the wings of dying birds. Black earth is buried under ten days of snow
a mute region where words are only weapons
for killing the love
of the lover who the night before had slept on one's side
here ends all history
all pleasure and honor
spilt on white blood
above the snow everything freezes
the sun dies
long nights seal the road that leads home
homesickness surrounds.
Subagio Sastrowardoyo : On Foreign Shores

niat baca baca puisi buat refreshing malah nemu yang bikin tambah galau

Kamis, 14 Juni 2012

Among skyscrapers

 Among skyscrapers
    there are no tales
only the beat of a heart waiting for drought
the scream of a baby
    thrown against glass walls
your tired face
    bury deep in all that happens and forget the day
there took place here another birth:
Adam was molded from cement and steel and rigid lines,
chasing morning's rage
Eve's body is still warm
    untouched by man's hand, barren womb
the snake that entices her close to the tower's peak
is the most dangerous kind.
And the moon, my moon, is so frightening
-on foreign shores-

Dans Paris

Dans Paris il y a une rue
Dans cette il y a une maison
Dans cette maison il y a un escalier
Dans cet escalier il y a une chambre
Dans cette chambre il y a une table
Sur cette table il y a un tapis
Sur ce tapis il y a une cage
Dans cette cage il y a un nid
Dans ce nid il y a un œuf
Dans cet œuf il y a un oiseau

Paul Eluard. Les sentiers et les Routes de la poésie

Sabtu, 02 Juni 2012

Storytelling Itu Ternyata...

Hari rabu kemarin, 30 Mei tepatnya, saya nekat melakukan sesuatu yang sangat di luar kebiasaan saya. Saya ikut lomba membaca cerita untuk anak kecil. Yap saudara-saudara, tidak ada yang salah dengan penglihatan saudara-saudara sekalian, Lomba membaca cerita dalam bahasa prancis. Daftarnya juga mendadak banget alias spontanitas. Dengan status saya yang masih bisa dibilang débutant (pemula) ini saya mendaftar lomba tersebut, tetapi ternyata Tuhan Maha Adil, cerita yang diberikan tergantung level kita saat itu, jadi seharusnya sih ceritanya gak susah susah banget. Seharusnya loooh.

Tapi emang dasar saya, H-1 saya baru ngecek kayak apa sih ceritanya dan latihan prononciation-nya. Dibantu Madam Lilik dan bareng temen-temen lain kita belajar bareng cara ngebaca cerita yang baik dan benar. Banyak ketawanya sih, soalnya kita banyak salahnya dan kalo ada kata-kata sedikit yang kedengaranya lucu aja kita udah ngakak berapa menitan sendiri. 

Saya dapat cerita yang berjudul "Concert en Bretagne", chapitre 2 “Vol à la bijouterie”, Perampokan di Toko Permata. Gwen, si tokoh utama adalah anak kecil yang baik hati dan budiman, mau membantu bapak-bapak polisi untuk menangkap perampok di sebuah toko permata. Saya dapat yang chapitre 2, jadi memang tidak satu buku saya baca, hanya satu chapitre dan sekitar 3 halaman. Oke , saya maju kira-kira urutan ke lima kalau tidak salah dan setelah memperkenalkan diri saya duduk. Uuuuhm saya benar-benar gugup , benar-benar gugup, saya ulangi lagi benar-benar gugup. Ada 3 juri di depan dan saya tidak boleh membawa kertas catatan, hanya boleh membaca buku cerita dari perpustakaan yang masih bersih dari coretan-coretan saya. Dan semua juri punya fotokopian tiap chapitre. Oh God, please have mercy on me.





”Vol à la bijouterie"
Baru baca judulnya aja kayaknya kalo jadi penonton saya udah ketawa. Saya bisa denger suara saya kayak tikus kejepit pintu. Makin lama makin lirih, aah bener-bener pembukaan yang enggak banget. But show must go on, saya tarik nafas dalam-dalam dan melanjutkan.

“Quand elles arrivent enfin à la maison, il est midi. C’est l’heure de déjeuner.
-Qu’est-ce qu’on mange? Demande Gwen, je meurs de faim !
-Devine !
-Des galettes bertonnes !
La grand-mère de Gwen, c’est la… “
Seharusnya, yah seharusnya pembaca cerita yang baik dan benar memang punya suara yang berbeda untuk tiap-tiap tokoh dalam cerita. Sebenarnya saya sudah memikirkan hal tersebut tapi saya sendiri juga bingung mau seperti apa suaranya. Ada suara anak kecil, nenek-nenek, perampok, bapak polisi dan di buku ceritanya tidak disebutkan kalimat ini diucapkan oleh siapa, kombinasi antara bingung dan gugup akhirnya saya mengandalkan ekspresi muka saya yang tiis tiis ini saja.

“-Tu ajoutes des œufs ?” ..
“-Mademoiselle, qu’est ce que vous commandez?
-une galette avec du jambon, du fromage râpé, beaucoup de fromage râpé et un    œufdessus, s’il vous plaît madame !”
di sini saya melakukan kesalahan dalam hal prononciation , jadi pengucapan œuf (telur) itu berbeda tergantung dia pluriel atau singulier , un œuf dibaca seakan-akan huruf f di akhir kata ada . Tetapi untuk des œufs , huruf f tidak dibaca jadi terdengar seperti  “dézze” saja. Yang saya bisa inget sih sepertinya saya mengucapkan dua-duanya seperti ada huruf f, padahal prononciation adalah hal yang sangat diperhatikan. Humpfh yah setidaknya untuk seterusnya semoga saya tidak mengulangi kesalahan yang sama. Ensuit ..

“ … les clients presents sont terrorisés. La femme montre du doigt une vitrine pleine de beaux bijoux et ordonne au bijouter :
-Je veux ces diamants !!

Le bijoutier donne les diamants à la femme.. “

And the pearl goes to this,,, ini kan adegan perampokan yah dan bagian ini hampir mendekati akhir cerita jadi saya ingin memberikan usaha terbaik saya, saya baca kalimat ”Je veux ces diamants!” sambil teriak dengan suara saya yang cempreng manis manja. Mungkin saking kagetnya, salah satu juri bersin keras banget exactly tepat sesudah saya menyelesaikan kalimat tersebut. FUS RO DAAAH ! menurut saya itu awkward banget, benar-benar awkward, sekali lagi benar-benar awkward. Dan seolah tanpa mempedulikan betapa poker facenya wajah saya waktu itu, teman-teman dan penonton yang lain malah ketawa. Oke tertawa saja, nikmatilah tertawa sebelum tertawa itu dilarang. Sepertinya giliran saya kali ini mungkin lebih tepat disebut hiburan.

Sekian deskripsi penampilan stand up comedy saya waktu itu. Jujur saya sendiri ngerasa persiapan saya kurang, sangat kurang malah. Baru latihan H-1 dan sampai saya maju aja masih ada beberapa kata yang belum saya tahu artinya. Ada juga mungkin kesalahan-kesalahan kecil yang saya lupa, maklumilah goldenfish memory saya ini. Lalu, saya kurang ekspresif. Teman saya Louisa aja sampai bawa-bawa hapenya sebagai properti pertunjukan, dan dia enerjik banget gerak gerak terus. Kak  Adis juga kalah seru ceritanya dan kak Reta bagus banget prononciaton dan ekspresinya.  Yang paling saya inget ada anak kecil sekitar kelas 4-5 SD unyu unyu gitu yang prononciaton-nya keren banget parah !, malah dia di atas kategori  débutant, intermédiaire kalau tidak salah. Juri juri saja sampai dibuat bengong karena nggak nyangka anak sekecil ini fasih bahasa prancisnya, dan dia mulus mulus aja gitu kalau ngomong, mengalir gitu aja just like a native speaker. Salah satu alasan saya belajar bahasa prancis adalah karena bunyinya yang kedengaran indah dan romantis, dan anak kecil ini benar benar membuat saya kagum. sudah tingkat intermédiaire  pula, yah belajar khan juga tidak ada batasan umur, semoga kelak saya bisa berbicara sefasih anak kecil yang bahkan sampai sekarang saya belum tahu namanya itu.

Saat pengumuman pemenang , saat yang ditunggu-tunggu..
Saya benar benar tidak menyangka, saya senang sekali mengucap syukur alhamdulillah karena ternyata juara 1 kategori débutant adalah teman saya sendiri, kak Reta. Hahahha emang bukan saya sih tapi ikut senang boleh dong kalau temen juga lagi seneng(`ー´).juara dua juga temen saya sendiri, Louisa yang tadi saya ceritakan. Untuk kategori intermédiaire, karena hanya ada 6 peserta maka hanya ada juara 1 and that winner goes to… …anak kecil unyu-unyu yang masih SD itu tadi! Waaw selamat adik kecil kamu hebat sekali mengalahkan kakak-kakak yang usianya bahkan ada yang jauh di atas kamu. Salut buat anak kecil ini deh, emang asal kita punya bekal ilmu dan berkompeten usia bukan masalah.

Akhir kata, saya kagum pada diri saya sendiri (loh?),  hahaha setidaknya saya sudah mencoba apa yang terbaik yang saya bisa, tetapi memang ada yang lebih baik dari saya. Saya sendiri juga jadi bersemangat untuk membaca buku-buku dalam bahasa asing lain. Pingin banget rasanya bisa baca buku roman jeunesse di mediatheque IFI yang labelnya kalo gak B2 ya B1, apa daya mesti tau diri baru tingkat A1.
Tapi tunggu wahai buku buku yang manis, duduk saja yang manis di rak kalian, suatu saat aku pasti bisa membaca kalian meski sedikit-sedikit buka kamus prancis-indonesia atau google translate. Dan untuk anak kecil tadi,semoga kita bisa mengalami perkembangan yang berarti bersama sama, kamu semakin bagus dengan prononciaton kamu yang dari awal memang sudah bagus. Dan kakak belajar melatih prononciation kakak sehingga kalau nggak sengaja ketemu kamu gak malu buat ngajak ngomong hahaha.

Sekian postingan saya hari ini, jam dinding di kamar saya sudah menunjukkan waktu tidur bayi dan ada  baiknya saya tidak tidur larut malam karena ada acara pagi-pagi besok. Tak lupa saya ucapkan terimakasih sudah membaca blog saya . Bonne nuit !