Sabtu, 27 Oktober 2012

Wawancara dan Lingkup Tulisan Kantor Berita ITB

Journalist Apprentice - Day 3


Rabu 24 Oktober 2012, Ruang Rapat Comlabs .berlari-lari ke kampus bagian belakang setelah selesai responsi praktikum Analisis Sosial Kependudukan.  Materi  IJA hari ini rupanya adalah tentang Wawancara dan Lingkup Publikasi di Kantor Berita ITB . pemateri kali ini adalah Kak Fikri, manajer peliputan Kantor Berita ITB.

Wawancara

Wawancara dapat dibagi menjadi dua kategori berdasarkan prosesnya yaitu lisan dan tertulis. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Untuk wawancara lisan, kelebihannya adalah mengetahui ekspresi dan suasana pada saat mewawancarai narasumber, sedangkan kekuranganya adalah terdapat batas waktu. Untuk wawancara tertulis, kelebihanya adalah narasumber bisa menyesuaikan dengan waktu senggangnya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan, sedangkan kekuranganya adalah interviewer tidak bisa merasakan atmosfer atau suasana wawancara, ada pula kemungkinan pertanyaan dibalas dalam waktu yang lama.

Menurut urgensinya, wawancara dapat dibagi menjadi wawancara kilat dan wawancara terencana.  Wawancara terencana adalah wawancara yang sebelum prosesnya pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada narasumber sudah terlebih dahulu dipersiapkan. Sedangkan wawancara kilat/ spontan jika tanpa persiapan terlebih dahulu. Terlepas dari kekurangan dan kelebihannya, masing-masing tipe wawancara akan lebih tepat jika penggunaannya disesuaikan dengan kondisi yang ada.

Pedoman Wawancara
·   Riset awal , narasumber tentu akan lebih tersanjung jika sebelumnya interviewer mengetahui pengetahuan dasar tentang konten wawancara.
·     Tetapkan apa yang ingin diketahui, sehingga wawancara nantinya memiliki arah dan pertanyaannya   tidak melantur ke arah-arah yang tidak berhubungan dengan konten pokok wawancara.
·        Hindari adu pendapat.
·     Dengarkan dan tetap jaga eye contact. Usahakan mencatat poin-poin penting tanpa meninggalkan kesan kita terlalu fokus dengan catatan kita.
·        Perlihatkan rasa antusias.
·    Pastikan kelengkapan hasil wawancara, tidak ada salahnya memastikan hasil wawancara agar nantinya tidak terjadi kesalahpahaman setelah berita di-publish.


 Etika Berwawancara
·         Perkenalkan diri dengan sopan
·         Jelaskan maksud dan tujuan wawancara
·         Datang tepat waktu jika sudah membuat janji
·         Hormati permintaan narasumber
·         Tidak mendiskreditkan pihak tertentu
·         Meminta izin jika ingin menggunakan alat perekam atau mengambil gambar

Bagaimana Caranya Membuat Pertanyaan Tepat ?
·         Menanyakan pertanyaan yang relevan dengan topik wawancara atau kontekstual
·         Memiliki pengetahuan dasar akan konten wawancara
·         Menekankan pada satu topik saja
·         Singkat, padat, dan langsung ke persoalan
·         Utamakan bertanya ‘why’, karena jawaban atas 5W+1H lainya lebih mudah didapat
·         Mangajukan pertanyaan yang konseptual dan sebisa mungkin dipahami oleh masyarakat umum
·         Mengajukan pertanyaan tentang masa depan

Persiapan dan Mekanisme Peliputan

Persiapan secara teknis dapat dengan memerika ulang kamera, recorder, atau buku catatan. Sesudah itu mengambil foto yang menggambarkan beritanya. Memastikan nama narasumber / orang lain juga merupakan suatu keharusan sebelum melakukan wawancara.

Mekanisme peliputan

 Sumber peliputan bisa didapat dari milis mahasiswa, agenda rektor, milis dosen, media publikasi, jaringan informasi sosial, dan relasi.

Lingkup (coverage) Tulisan/Publikasi dalam Kantor Berita ITB

Kantor Berita ITB memiliki 4 produk berita, yaitu berita dalam bahasa indonesia berita dalam bahasa inggris, social media, dan agenda.

Lingkup pemberitaan di Kantor Berita ITB adalah acara-acara apa saja yang bisa menjadi bahan pemberitaan. Walau sebagian besar merupakan liputan mengenai acara-acara rektorat dan ITB,  tidak menutup kemungkinan kantor berita meliput acara badan lain selain ITB yang berhubungan baik secara langsung maupun tidak langsung dengan ITB.  Lingkup Publikasi tersebut antara lain sebagai berikut :

·         Kegiatan resmi Rektorat ITB
Misalnya berita tentang rilisnya peratura akademik baru, keputusan rektor / warektor, MoU antara ITB dengan badan organisasi lain, kunjungan badan/ organisasi/ sekolah/ institusi lain ke ITB.
·         Kegiatan unit-unit di bawah Rektorat
Misalnya liputan tentang career-day, atau kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh unit sarana prasarana, biro kepegawaian, PMO, UPT Bahasa, International student office yang biasanya berkaitan dengan beasiswa.
·         Kegiatan di bawah ITB selain eksekutif
Kegiatan-kegiatan tersebut mencakup kegiatan yang diadakan atau diikuti oleh Majelis Wali Amanat, Senat Akademik, Majelis Guru Besar, Satuan Kekayaan dan Dana, Satuan Pengawas Internal, Satuan Penjaminan Mutu.
·         Kegiatan yang bersifat akademis
Misalnya sidang dari sekolah pascasarjana, kuliah umum, atau simposium.
·         Badan lain bukan ITB tetapi berhubungan
Misalnya liputan tentang kegiatan Ikatan Alumni (pusat dan daerah) atau IOM (Ikatan Orangtua Mahasiswa)
·         Himpunan
Liputan tentang seminar, kuliah umum, talkshow, lokakarya yang diadakan Himpunan Mahasiswa Jurusan di ITB.
·         Prestasi oleh insan ITB
Liputan atau feature news tentang prestasi yang diperoleh insan ITB di perlombaan dan kompetisi di berbagai bidang.
·         Prestasi ITB sebagai Institusi Perguruan Tinggi
·         Isu-isu yang berkembang dalam masyarakat atau berhubugan dengan masyarakat ITB
·         Isu-isu yang berkembang dalam masyarakat Bandung, Jawa Barat, atau Indonesia
·         Profil insan ITB
·         Berita ITB yang dipublikasikan oleh media massa lain
·         Berita duka ( orbituari dosen atau eksekutif )






Flash News – Photo Journalism


Journalist Apprentice - Day 2
Hari Sabtu, 20 Oktober pagi itu saya berangkat menuju gedung Annex untuk mengikuti pelatihan jurnalistik. Yap hari itu bertepatan dengan hari Wisuda bulan Oktober ITB. Benar-benar hari yang sangat indah untuk sekitar 3000 sarjana muda ITB. Suasana kampus hari itu benar-benar semarak, semoga suatu saat nanti saya bisa merasakan wisuda seperti itu ( ´ ▽ ` )ノ . Balik lagi ke Journalist Apprentice, materi hari ini adalah tentang Flash News dan Photojournalism. Pemateri untuk materi Flash News adalah Kak Divie dan untuk materi Photojournalism adalah kak Gilang.

Flash News
Adalah berita aktual mengenai liputan suatu acara yang dikemas secara ilmiah namun sekaligus menarik, idealnya terdiri dari 300-400 kata. Finishing dari flash news oleh reporter  maksimal 1x24 jam setelah kejadian dan selanjutnya  akan dievaluasi dan difinalisasi oleh pimpinan redaksi.
Dalam membuat flash news lingkup Kantor Berita ITB, terdapat aturan-aturan seperti :

- Fokus ke materi acara
- Tonjolkan ke-ITBan
- Kemas secara ilmiah dan menarik.
Ketika ketiga syarat tersebut dipenuhi, maka tentu akan dihasilkan flash news yang menarik, informatif, dan sesuai dengan kebutuhan.

Flash news terdiri dari 4 komponen utama yaitu :
Judul Berita
Judul berita berfungsi mencerminkan isi tulisan, mempromosikan berita, dan pengarsipan. Judul berita merupakan first impression bagi pembaca, sehingga diperlukan pemilihan kata yang tepat untuk judul berita. Syarat dari judul berita adalah singkat, representatif, dan menarik. Menentukan judul berita bisa dilakukan sebelum ataupun setelah penulisan berita. Kelebihan dari penulisan judul sebelum penulisan berita adalah pengembangan tulisan lebih terarah. Sedangkan dengan penentuan judul setelah penulisan berita, kelebihannya adalah membuat judul lebih representatif.

Bagaimana membuat judul berita yang baik ?

Caranya antara lain adalah dengan eliminasi kata , standar Kantor Berita ITB adalah maksimal 12 kata. Lebih dari itu disarankan untuk mengeliminasi kata-kata yang dianggap kurang penting.
Kedua, gunakan kata-kata yang mengundang ketertarikan.
Ketiga, gunakan EYD yang baik dan benar, jika menyingkat di judul sebaiknya dijelaskan kepanjangan dari singkatan tersebut di teras berita.
Keempat, hindari penggunaan bahasa inggris.

Tidak jarang Kantor Berita ITB menggunakan standar penulisan judul [x] : [y]. Penulisan tersebut dapat digunakan untuk flash news ataupun feature news, tujuanya adalah untuk memperjelas konten berita dan narasumber/ acara utama. Contoh berita yang saya kutip dari itb.ac.id adalah :



Teras / Lead Berita
teras berita mengandung pernyataan-pernyataan 5W+1H , namun diutamakan untuk menyertakan when, where, who, dan what . Intinya, teras berita meliput informasi-informasi penting dari konten sebuah berita.

Untuk standar Kantor Berita ITB, umumnya teras berita dimulai dengan ‘BANDUNG, itb.ac.id - ....’ . seperti berita yang saya kutip dari itb.ac.id :


Subjudul
Subjudul bersifat tentatif. Fungsinya adalah untuk membagi isi berita menjadi beberapa pokok pembahasan. Subjudul terdiri dari minimal dua paragraf dengan satu paragraf minimal terdiri dari satu kalimat utama dan tiga kalimat pendukung.

Isi Berita
Isi berita dan judul berita harus sesuai . isi berita adalah hal-hal yang menarik dan relevan


Photojournalism

Adalah berita yang diceritakan dalam sebuah gambar, karena terkadang sebuah gambar dapat bercerita lebih dari seribu kata :’)

Elemen-elemen Photojournalism :
Timeliness (rentang waktu)
Objektivitas
Naratif (ada yang diceritakan)

Komponen dari berita foto adalah foto dan caption. Pada caption dimasukkan juga narasi tentang 5W+1H 

Rule of Third
Adalah teori yang menyatakan bahwa, jika pusat objek yang akan kita foto diletakkan pada pertemuan antara garis-garis (intersect) maka akan membuat proporsi foto tersebut lebih ‘seimbang’ dan terlihat lebih natural jika dibandingkan dengan peletakan objek di tengah .

ISO
Adalah sensitivitas terhadap cahaya, berikut adalah foto yang saya ambil untuk pengerjaan tugas ITB Journalist Apprentice

ISO 200

ISO 800



ISO tinggi : makin peka cahayanya, makin banyak noise-nya, biasa digunakan untuk low light atau foto yang membutuhkan high speed.
ISO rendah : penyerapan cahaya kurang peka, noise warnamakin sedikit karena sifatnya yang tidak peka, baik untuk daylight shot

Shutter Speed dan Aperture
Shutter speed adalah kecepatan lensa mengambil gambar. Semakin cepat mengambil gambar atau semakin kecil shutter speed-nya, semakin kecil kemungkinan hasil gambar menjadi blur. Aperture adalah bukaan pada kamera dan hal ini berpengaruh pada banyak sedikitnya chaya yang diterima. Semakin besar bukaan aperture, semakin banyak cahaya yang diterima.



Sumber : catatan pribadi


Selasa, 16 Oktober 2012

Jurnalistik

Journalist Apprentice- Day 1
Hari Sabtu, 13 Oktober 2012. Ruang rapat comlabs – kantin comlabs

Hari pertama dimulainya ITB Journalist Apprentice 2012, kegiatan tahunan dari kantor berita ITB berupa program magang  di mana mahasisa/i Itb dapat memperoleh pelatihan-pelatihan jurnalistik selama tiga bulan, dan berlatih menjadi jurnalis. Alhamdulillah saya berhasil lolos seleksi dan diterima sebagai peserta Journalist Apprentice 2012 bersama limabelas orang lainya dari berbagai jurusan di ITB. Setelah perkenalan awal, pada pertemuan pertama hari itu kami diberi materi-materi dasar tentang jurnalistik . Horee !




Sejarah dan Definisi Jurnalistik

Pada zaman Romawi Kuno, dikenal Actadiurna  yang merupakan sebutan untuk pengumuman yang disampaikan oleh utusan kerajaan untuk rakyat. Sampai saat ini dipercaya sebagai produk jurnalistik pertama
Journal berasal dari bahasa Prancis yang berarti catatan harian, dengan begitu kegiatan jurnalistik dapat diartikan sebagai kegiatan mencari berita yang pada prosesnya melibatkan media massa. Kegiatan jurnalistik dapat pula diartikan sebagai kegiatan mencari, mengolah, menyimpan, dan menyebarluaskan berita apapun dengan menggunakan media massa

Pers dan Fungsinya

Pers atau perusahaan pers adalah lembaga sosial, wahana komunikasi massa yang turut melakukan kegiatan jurnalistik. Dalam keseharianya,  perusahaan pers sering disamakan artinya dengan kantor berita padahal kedua pihak tersebut memiliki perbedaan mendasar dalam hal peran. Kantor berita mencari dan menulis berita  yang juga menjadi informasi untuk perusahaan pers lainya, dapat dianalogikan dengan narasumber dari berbagai sumber informasi. Contohnya adalah kantor berita ITB yang cukup sering dikutip atau dilansir oleh berbagai website informasi lain.

Pers mempunyai beberapa fungsi antara lain :
1.       Memenuhi hak masyarakat untuk mendapatkan informasi
2.       Menegakkkan nilai-nilai demokrasi
3.       Menyebarluaskan pendapat umum

Dalam keberlangsungannya, terdapat hak-hak yang dimiliki baik oleh pihak pers ataupun pihak yang berhubungan dengan pers. Seperti :
1. Hak tolak            : hak yang dimiliki pers atau wartawan untuk tidak mencantumkan   
       narasumber yang berkaitan.
2. Hak jawab          : hak yang dimiliki oleh orang yang bersangkutan untuk menuntut
     tanggung jawab atas kebenaran dari berita yang telah di-publish.
3. Hak koreksi        :  hak yang dimiliki oleh orang yang bersangkutan untuk mengoreksi
     Isi dan media massa wajib melakukan koreksi setelah dilaporkan      
     ada pihak yang menuntuk hak jawab dan hak koreksi

Orang yang melakukan kegiatan jurnalistik disebut wartawan. Wartawan sendiri merupakan profesi, bukanlah pekerjaaan. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa dalam lingkup jurnalistik terdapat kode etik yang harus dipenuhi. Selain itu, profesi memerlukan keahlian sedangkan pekerjaan tidak. 

Elemen-elemen Jurnalistik


1. Elemen kebenaran
Kewajiban pertama jurnalisme adalah kebenaran. Sudah menjadi tugasnyalah untuk menyampaikan kebenaran kepada masyarakat tanpa berpihak kepada kepentingan tertentu (disinterested pursuit of truth), malah ciri ini lah yang membedakan jurnalisme dengan media komunikasi lain. Namun, ditekankan bahwa kebenaran yang dimaksudkan tidak berarti absolut. 

2. Elemen loyalitas kepada warga (citizens)
Fungsi jurnalisme seperti pemberian informasi, penghiburan, dan pengawasan hampir semuanya ditargetkan untuk warga (citizens). Walau terdapat  jurnalisme yang memang dituntut untuk melayani kepentingan-kepentingan konstituenya seperti perusahaan, pemilik saham, pengiklan, tetapi loyalitas yang paling utama haruslah diberikan kepada warga.

3. Elemen Disiplin Verifikasi
Disiplin verifikasi adalah salah satu ciri jurnalisme yang dapat membedakanya dengan media komunikasi lain seperti infotainment, propaganda, seni, atau hiburan. Jurnalisme bersifat apa adanya tanpa unsur manipulasi atau persuasi. Dapat dibuktikan dengan adanya pencarian saksi-saksi atau permintaan komentar dari banyak pihak agar berita yang dihasilkan jauh dari sifat subyektif.

4. Elemen Independensi
Independensi semangat dan pikiran harus dimiliki seorang jurnalis. Tidak terlalu membela kepentingan pihak tertentu sehingga berita yang dibuat kredibel dilihat dari akurasi, verifikasi, kepentingan untuk publik yang lebih besar, dan keinginan untuk memberi informasi.

5. Elemen Pemantau Kekuasaan
Jurnalisme berfungsi pula sebagai pemantau jalanya pemerintahan. Dengan adanya pers, pejabat dan para pemimpin didorong untuk tidak melakukan hal yang buruk dan menggunakan kekuasaanya dengan adil.

6. Elemen Diskusi Publik
Jurnalisme harus berfungsi sebagai penggagas rasa ingin tahu masyarakat dan kritik masyarakat, yang pada akhirnya membawa pada penilaian dan pengambilan sikap oleh masyarakat melalui forum publik, apapun media sosialnya.

7. Elemen Menarik dan Relevan
Jurnalis harus mampu mengubah berita penting menjadi semenarik dan serelevan mungkin. pembaca tidak akan merasa bosan dengan isi berita yang memiliki komposisi penulisan baik.

8. Elemen Komprehensif dan Proporsional
Judul yang sensasional dan isi berita yang terlalu emosional bukanlah suatu produk jurnalistik yang baik. Isi berita harus proporsional , sedangkan yang dimaksud dengan komprehensif adalah sifat menyeluruh dimana jurnalis harus mencari fakta-fakta lebih jauh dan disusun dalam sebuah konteks sehingga terlihat keterkaitanya masing-masing.

9. Elemen Hati Nurani
Setiap jurnalis harus memiliki visi sendiri dalam menulis, atau  etika dan rasa tanggung jawab. Berkaitan dengan hal kebenaran, dengan memiliki hati nurani tentu seorang jurnalis akan memiliki panduan moral dalam  etos kerjanya.

10. Elemen Jurnalisme oleh Masyarakat
Seiring dengan perkembangan teknologi, warga masyarakat dapat membuat berita atau jurnal berisikan pemikiran, opini, berita di blog masing-masing yang dikenal dengan citizen journalism. Selain blog, terdapat jurnalisme online, jurnalisme komunitas, dan media alternatif lain. Elemen kesepuluh ini ditambahkan oleh Bill Kovach dan Tom Rosenstiel dalam revisi bukunya, The Elements of Journalism. What Newspeople Should Know and The Public Should Expect yang diterbitkan bulan April 2007.


Produk Jurnalistik

News       : informasi dari segala penjuru. Dalam bahasa Inggris,  sebenarnya News  merupakan singkatan North, East, West, dan South yang merepresentasikan kabar atau berita yang didapat dari seluruh penjuru mata angin

Vrita         :laporan mengenai suatu kegiatan yang masih hangat atau baru saja terjadi. Definisi lainya adalah berita tercepat mengenai kejadian yang faktual/ menarik dan menyangkut kepentingan orang banyak.

Views       : laporan mengenai opini kita terhadapa suatu kejadian atau berita tertentu.

Selain itu, terdapat dua produk jurnalistik lainya yaitu foto berita dan video berita, kedua produk jurnalistik tersebut dimaksudkan untuk memperkuat berita utama


Unsur  dan Nilai Berita

Unsur-unsur berita merupakan 5W + 1H yang merupakan kepanjangan dari what, when, where, who, why, dan how. Apa inti dari berita, kapan kejadian berlangsung, dimana peristiwa terjadi, siapa saja pihak yang terlibat, alasan atau motif di balik suatu kejadian merupakan hal-hal yang harus ada dalam suatu berita. Ditambah dengan how yang didefinisikan sebagai bagaimana kronologis kejadian tersebut terjadi.

Nilai berita merupakan hal-hal yang bisa diangkat menjadi berita. Nilai-nilai tersebuat antara lain aktual, faktual, penting/menarik, kedekatan, profil terkenal, kejadian luar biasa, prestasi, dan konflik

Jenis dan Sumber Berita

Berita langsung  : laporan peristiwa terbaru. Bersifat cepat, lugas, tegas, dan apa adanya.
Feature            : laporan yang mengedepankan sisi lain dari suatu peristiwa .  

Sumber berita dapat dikategorikan menjadi dua jenis yaitu sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer jika kita bertemu langsung dengan narasumber berita lalu melakukan wawancara/tanya jawab, dan sekunder jika mengutip yang tentunya memiliki aturan-aturan tersendiri.



Akhir kata, yang dapat saya simpulkan adalah materi IJA ini sangatlah membuka wawasan saya tentang dunia jurnalistik, selain membuka wawasan tentunya semakin menarik minat saya untuk lebih mengenal dunia jurnalistik. Saya baru pertama kali mendengar terminologi jurnalisme kuning pada pertemuan perdana IJA hari itu, dan tertarik untuk mencari tahu tentang hal tersebut, yang insyaallah akan saya tulis dalam post berikutnya. Jurnalisme kuning, kode etik jurnalisme, elemen jurnalistik merupakan hal yang baru bagi saya dan saya yakin masih banyak hal yang belum saya ketahui. Elemen – elemen dalam jurnalistik juga kembali membuat saya berfikir betapa peran media massa sangat besar pengaruhnya bagi masyarakat. Bahkan, media pers atau media massa seringkali disebut sebagai pihak ketiga terkait peranya yang mampu membentuk opini dan menggerakkan pikiran masyarakat luas. Kekuatan seperti itu tentunya harus diimbangi dengan tanggung jawab yang besar, yang ditekankan lagi dalam elemen-elemen jurnalisme seperti kebenaran, hati nurani, dan independensi. Sebelum terjun menjadi jurnalis profesional, tentu harus memahami dasar-dasar menjadi jurnalis yang baik . Sudah siapkah menjadi jurnalis yang baik ?

Sumber   : catatan pribadi
Referensi : www.visitkata.com
                 www.lgsp.wordpress.com


Minggu, 16 September 2012

Ada Apa dengan Merah

dimulai dari masa SMA, jaket angkatan yang merupakan kombinasi warna merah dan abu abu, kaos massa berwarna merah dengan tulisan "bhakti vidya ksatria tama, tan lalana labet tunggal bangsa, Jaya Padmanaba " adalah kaos wajib kami para supporter untuk mendukung tim basket SMA 3 Jogja di musim turnamen dan DBL


Supporter Padmanaba

Jaket Angkatan Padmanaba 66

Merantau ke tanah Parahyangan, bertemu dengan banyak orang . Suku Padmanaba Bandung. SAPPK . dan yang terakhir teman-teman seperjuangan Agnibrata

Keluarga Padmanaba Bandung

Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan

Agnibrata, keluarga divisi keamanan OSKM ITB 2012

Its just a coincidence, maybe

Minggu, 05 Agustus 2012

#randompost



Madam : Qu’est-ce que vous fait peur ?
Moi :     le chomage, ca me fait peur
             Ca me fait peur de penser au chomage

Seriously, maybe i’m just figured it out too much, but who wouldn’t think about it at least once when you were a colleger that time?
That is the first sentence that i woulnd’t like to hear the most, the most frightening word for every freshgraduate in my opinion.
Anybody got the same problem with me?

Minggu, 22 Juli 2012

Note de vacances #2



14 juli 2012, sebanyak 1.101 mahasiswa dan mahasiswi resmi menyandang gelar baru di belakang nama mereka. Yap 14 Juli tepatnya merupakan tanggal di mana sebanyak 1.101 wisudawan dan wisudawati dengan bangga melepas titel mahasiswa mereka dan siap berkontribusi nyata di dunia kerja. Hari yang pastinya akan cukup memorable untuk para wisudawan dan wisudawati karena mereka seperti menjadi raja dan ratu sehari di kampus, di arak massa himpunan dan apapun permintaanya seakan hari itu harus terkabul semuanya. Hari yang bahagia dan cerah, sekaligus menjadi hari yang cukup melelahkan untuk saya karena hari tersebut sekaligus merupakan hari pertama saya terjun ke lapangan menjadi satgas, loh kok bisa jadi satgas ?



Jadi begini, memang udah tradisi kalau satgas wisuda Juli biasanya diambil dari calon keamanan OSKM (tiap tahun biasanya berbeda namanya), acara penerimaan mahasiswa baru yang akan berlangsung tidak lama setelah wisuda Juli. Untuk tahun ini OSKM akan diadakan tanggal 27-31 Juli 2012, istilahnya “pemanasan” sebelum terjun ke lapangan untuk menjaga adik-adik tercinta 2012. Sebenarnya sih tidak semua calon keamanan wajib satgas, alias pekerjaan sukarela hahaha. Kalau saya sih memang kebetulan hari Sabtu itu kosong dan memang jurusan saya belum ada interaksi osjur. Jadi yaah, selooow lah. Kalau temen-temen ca-keamanan lain memang rata-rata gak bisa ikut nyatgas karena terbentur osjur, ikut ngarak wisudawan, atau jadi pendamping wisuda eciehecieh. Saya jadi inget balik pas kuliah semester dua sekitar bulan maret atau april, disebarin form pengisian yang mau jadi satgas wisuda April. Pertama kali lihat tuh selebaran saya yang cengok sendiri gitu, apaan tuh satgas ?ngapain kerjanya asik gak sih? sempat mau daftar tapi akhirnya saya mengurungkan niat saya dengan berbagai pertimbangan. Gak nyangka malah jadi satgas wisuda, ya itung itung pengalaman sih seenggaknya sekali seumur hidup di ITB pernah jadi satgas bantuin senior yang diwisuda.

Saya dapat spot bagian sunken dekat tunnel. Jadi tugas saya sama Ratri, Ghani, Delfi tuh bikin jalur mobilisasi yang akan dilewatin wisudawan clear dari segala macam gangguan. Kita udah di spot dari sekitar jam 11, tengak-tengok ke bawah kapan himpunan pertama muncul yang di rundown sih katanya 12.40, tapi pada kenyataanya telat dan sekitar setengah dua himpunan pertama muncul, KMSBM . nahlo kenapa SBM saya juga bingung, biasanya yang pertama muncul itu KMSR himpunanya anak anak nyeni dari seni rupa. Sepertinya ada perubahan yang terjadi di tunnel karena ternyata KMSR jadi himpunan kedua yang keluar. Tapi memang kalau KMSR mereka langsung ngarak ke plaza widya, gak kaya himpunan lain yang naik tangga sunken dan antri perform lewat jalur lingkar barat. Lima himpunan pertama sih masih gampang bikin jalurnya, tapi entah kenapa mulai himpunan ke enam yang mulai prosesi, penonton di sunken makin mbludak aja dan si Ratri kewalahan ngelobby massa kampus yang di deket tangga barat, saya kan tugasnya ngejagain tangga timur yang cuma dipake kalau ada himpunan yang memang minta mau makai tangga timur, tapi ternyata hampir ga ada himpunan yang minta pakai tangga timur. Akhirnya danpas Yosa nyuruh saya bantuin si Ratri ngejagain tangga barat. Okelah saya bantuin, Yudea sama Ojan di panggil dari basecamp buat bantuin kita. Jadi ada saya, Yudea, Ratri, Delfi, Ghani di deket tangga barat dan Ojan sendirian di tangga timur hahahha. Tapi MASYAALLAH, lama lama saya bisa jadi pepes,  banyak banget yang berdiri di deket jalur mobilisasi wisudawan, sampai kita harus ngingatin berkali-kali dan juga meminta maaf berkali-kali atas ketidaknyamanan yang mereka alami. Udah gitu ada yang berhasil kita pindahin, dateng lagi yang baru jadi terpaksa kita bertiga harus bikin semacam barikade buat ngejagain jalur mobilisasi. dari jam 11 sampai jam setengah 4 berdiri dan lari-lari, belum lagi kegencet orang-orang dan kesampar properti arak-arakan. Ya benar kesampar properti arak-arakan semacam papan dan lampu-lampu. Yah gak bisa disalahin juga sih bawa-bawa properti yang bisa nyakitin gitu, emang jalur mobilisasi nya aja yang kurang luas, banyak banget yang nonton dan takutnya waktunya ga memungkinkan ngelobby orang sebanyak itu sekaligus bikin jalur. Lagi rempong di tangga barat eh tiba-tiba ada himpunan yang pakai tangga timur padahal belum begitu clear tangga timurnya !oh mon dieu dosa saya banyak banget yak ? HMS kalau gak salah dan mereka naik tangga timurnya sambil bikin barikade si pinggir-pinggirnya pegangan tangan. Oke, kita kurang koordinasi sama korlap himpunan tersebut, temen saya di bawah nangkepnya himpunan tersebut mau pake tangga barat eh taunya tiba-tiba ke tangga timur -____-, untungnya gak ada yang terluka dan kejadian miskoordinasi semacem tadi cuma sekali karena sesudah itu kebanyakan semua himpunan pakai tangga barat (as normal as usual). Fyuuuuuuh maaf danpas Yosa


Sekitar sore mau adzan ashar gitu semua himpunan udah keluar, tinggal antri perform aja. Saya balik ke basecamp buat mengistirahatkan badan dan mendapati kulit saya yang amat belang. Tsah bodo amat lah, istirahat bentar sebelum akhirnya ke gerbang depan, katanya sih disuruh bantuin satgas bagian perform. Tapi ternyata juga udah banyak yang di gerbang depan -____- daripada terlihat gabut setelah nemenin Icas bentar saya balik ke basecamp. Eh ketemu mbak Rani, temen-satu fakultas-sekarang-beda-jurusan yang lagi (asyik) gambar gambar. Ini orang cara gambarnya aneh, jadi semacam ngejiplak dari layar iphonenya gitu deh, duh ga sayang ya ran ?kan kasian iphonenya gitu. Dia bilang “gak ah, lagi capek gue jem ini aja gue gambar si Fahri bener bener kayak bukan Fahri” . Hmmm bener juga kayak bukan Fahri tapi saya ga tega juga bilangnya. “ Yaudah sini gue bantuin, kasian banget sih “ dengan penerangan yang remang remang saya ngegambar ya temen-temen saya juga sih, yang sekarang di arsi tapi cuma sampai berapa orang terus saya nyerah, gelap banget dan banyak nyamuk cuma bikin sakit mata. Setelah shalat Maghrib dan ngegeje bentar kita pindah ke CC timur lalu pindah lagi ke CC barat untuk evaluasi bareng koorlap dan danlap.

Inti evaluasinya adalah, kerja kita sebenarnya masih bisa lebih baik lagi karena persiapan kita lebih banyak dari satgas-satgas sebelumnya. Dan koorlap danlap berharap pada saatnya nanti di lapangan OSKM 2012 kerja kita bisa lebih baik dari kerja kita saat itu. Evaluasi dari danlap juga banyak dih, ada yang motong jalur komando, manajemen panik yang kurang baik, dan masih banyak yang lain. Semoga ke depanya kami bisa menjadi panitia lapangan yang lebih baik dan kompak, ya kan brat? (Agnibrata maksudnya haha) . AMAN AMAN AMIN