Jumat, 20 Maret 2015

A Letter from God

A letter from God to every future husband :

"The woman you have by your side , with the wedding dress, it’s mine. I have created her. I’ve always loved her ; even before you and even more than you I have big plans for her. You’ll take her from Me and become responsible.

When you met her you found her beautiful and you felt in love. Its me that shaped her beauty, it’s me to put inside her tenderness and love, is my wisdom that formed her sensitivity and her intelligence and all the fine qualities that you are finding in her.”
You’ll have to commit yourself to respond to her needs. As her man you will be the one after Me she is devoted and she entrust to feel secure and safe. You will realize she needs many things: she need an home, dresses, serenity, joy, mental balance, affection and tenderness, pleasure and fun, human presence and dialogue, family relationships and many other things.

But you have to realize that above all she needs me, and eveything that helps and encourages this encounter with Me: peace of heart, purity of spirit, prayer, the Book, forgiveness, hope and trust in Me.

Let’s make a pact between us: we love her both. I love her since always. You’ve started to love her since some years. I am the One who put in your heart the love for her. I entrusted her heart to someone who could take care of her. And that one is you.
It was the most beautiful way to say: “Here we are, I’ll trust you “, and so you could enjoy her beauty and her qualities. But be careful: when you say “I promise to be faithful to you, to love you and respect you for the life”, you will answer me. We will be in two to love her.

But we have to clear this: It is not possible you love her in a way and I love her in another. You need to have a love for her like Mine, and you should wish for her the same things that I desire. You can not think of anything more beautiful and joyful for her.
If you love her seriously I’ll figure out slowly which is the way I love her and how you should love her.

I realize that I’m asking a lot. You thought this woman was all and only yours, and now you have the impression to answer me. But no. I’m not your rival in love. On the contrary, am the one who helps you to love her godly.

I will never leave you alone in this task. I will always be with you, and make you the instrument of my love, my tenderness; I will continue to love my creature, which has become your wife. I will love her through your gestures of love, attention, commitment, forgiveness, devotion. In a word: I will make you able to love her as I love her, because I will give you a new force of love which is my own love.

If you love her in this way, your marriage will become like a fortress that the storms of life will never be able to break down. A love built on my Path is like a house built on the rock: no affair will destroy it.

Today fews believe in the true love, the one that lasts forever, and few offer their whole life to their beloved. Now people search more emotions than commitment. But emotions born and die soon, leaving only emptiness and longing.

If you will know how to love her for My sake, with a loyalty that never fails, you will become like the city on the mountain. You will be a hope for all the others , because everyone will see that love is a thing possible. “




Recently, i found many posts concerning about marriage , but somehow i wanted to share this one from this link. A lot of my friends worried about their future and of course this one is one of their concern. Of course I want to get married too, but I think i will take my time slowly :). Now i know, there are so many things i didn't know and much more things to learn. At first, I think i could only be happy with certain person and God showed me that there is a merit in "what you want doesn't always be what you needed" prases. At first, I think that it is okay to compromise with your significant others' way of seeing religion, it is okay to put your religion in the second place. Now i know, what really matter is that two people in marriage have to get the same way and priciple concerning their religion.

It is true that most of women would like to be with someone who can make them feel comfort, personalities often be the primary prequisite before deciding someone to be your partner. But as time goes by, I think that it is a must to put their act and principle about religion in the first place. Put Allah first, and you will never be last. His act towards Allah will reflect his acts towards you :'). and for my last word, now I believe that Allah actually will never make us wait, except it is verily best for us to wait. 



Minggu, 15 Maret 2015

Petite Moi

Elle vit dans l’ombre d’une jeune fille solitaire
Voix si calme  que vous n’entendez pas un mot
Toujours a parler, mais elle ne peut pas être entendu
Vous pouvez la voir là-bas si vous attrapez son regard,
Je sais qu’elle est brave, mais elle est coincé à l’intérueur
Peur de la sorte ? mais elle sait pas pourquoi

Tiens je savais pas à l’époque ce que je sais maintenant
J’aimerais pouvoir en quelque sorte
Remontez le temps et écouter mes propres conseils
Je lui dirais de prendre la parole
Dites-lui de crier
Parlez un peu plus fort
Soyez un peu plus fier
Dites0lui qu’elle est belle, magnifique
Tout ce qu’elle ne voit pas

Vous devez prendre la parole
Vous devez crier
Et ils savent ici et maintenant
Vous pouvez être beau merveilleux
Tout ce que vous voulais être
Petite moi

Ouais, tu as beaucoup de temps pour agir a ton age, 
impossible d’écrire un livre à partir d’une seule page,
L’Aiguilles de l’horloge tournent dans un sens seulement
Courez trop vite et vous risquez tout
Vous ne pouvez pas avoir peur de faire une chute
Elle se sentait si grande, mais elle était si petite
Tiens je savais pas à l’époque ce que je sais maintenant
J’aimerais pouvoir en quelque sorte
Remontez le temps et écouter mes propres conseils
Petite moi ...






Sabtu, 14 Maret 2015

Out of My League but still..

Hi there !

akhirnya punya kesempatan buat nulis di blog ini lagi. Terakhir nulis januari berarti bisa dibilang Februari skip banget buat nulis nulis. kenapa kenapa ? bukannya mau excuse, jadi selama dua bulan terakhir ini saya lagi konsen ngurus TA dan apply buat master di salah satu universitas di Eropa. iya nekat ga sih ? mending ngurusin TA aja dulu dan apply apply nya nanti setelah lulus..


Memang udah lama banget saya pengen apply universitas ini. Toh deadlinenya setiap maret tiap tahun dan berarti saya bisa nunggu setelah lulus buat bisa apply ini dengan ijazah. Tapi ternyata kemarin waktu email sama representative univ nya dia bilang bisa aja pakai transkrip. Kemudian insting saya mengatakan saya harus mengejar ini (gatau saya emang orangnya lebih percaya intuisi kadang haha). Deadline international graduate admussion intake-nya 20 Maret 2015, ketika saya memutuskan untuk mengejar apply ini awal Januari kemarin. Waktu itu saya belum punya IELTS, jadi paling lambat banget akhir februari saya udah harus IELTS (kan hasil IELTS baru keluar dua minggu setelah tes) jadilah saya menghitung-hitung uang tabungan saya. Kira-kira cukup ga buat bayar tes IELTS dan uang pendaftaran buat apply universitas ini.

Yah bisalah..tapi ya gantinya alokasi dana buat ganti gadget jadi harus dialihin buat ini semua :""). bisa dibilang jumlahnya ga sedikit jadi saya harus berjuang mati matian buat apply ini, gapake excuse. awal masuk kuliah saya daftar IELTS di IDP Bandung , menurut kurs dollar yang ada saya harus bayar 2.460.000 rupiah (sekitar 195 USD) dan saya ambil tanggal 28 Februari. Iya, itu tanggal paling mepet dengan tanggal aplikasi saya tapi saya pikir cukup lah buat persiapan, saya juga ga berani ambil tanggal lebih cepet dari itu karena target saya Februari beres Bab II TA saya juga beres. setelah merogoh kocek cukup dalam dan belajar belajar sendiri, saya jadi banyak cerita sama temen saya, Nabila yang ambil IELTS tanggal 7 Februari. Nabila ambil les persiapan IELTS intensif di IDP sekiar 10 hari sebelum tanggal tes. Jujuuur itu buat saya keder banget , awalnya saya mau belajar sendiri sambil menghemat tabungan, tapi makin dipikir saya makin gak pede kalo ga ambil persiapan apa-apa.

Tapi saya gamau ambil persiapan yang bareng-bareng, akhirnya saya cari guru les privat buat intensif IELTS, dari temen saya sesama asisten saya dapetin nomor seorang tutor IELTS. Hhh.. harganya cukup mahal, sekitar 250rb sekali pertemuan, setiap harinya tiga jam ditambah tempat lesnya yang bener bener jauh dari kosan saya, di Jalan Sudirman deket pasir kaliki. Tapi, dia bener-bener fokus ke kita mantau perkembangan kita dari hari ke hari. Mulai dari listening , writing, sama speaking. Kalau reading dan listening kita setiap hari dikasi homework yang harus dikumpulin dan dipantau lagi perkembangannya.

Saya les sama Cici Memey (iya dipanggilnya sama murid yang lain cici terus saya jadi ikut ikutan deh) selama tiga minggu, sekitar enam kali pertemuan. Sebenernya bisa lebih, tapi saya juga harus membagi pikiran saya dengan TA saya dan saya juga gamau ninggalin bimbingan begitu saja, apalagi saya baru bisa survey kalau bab II saya sudah fix oleh dosen pembimbing saya.  Wkwk, kalau diinget inget lagi perjuangan les sambil nyusun TA sambil kuliah (sambil bantuin event akbar himpunan saya) jungkir balik juga. Saya masih inget pulang les hari kamis, saya lagi puasa.. tapi di situ daerah pecinan .. dan semua warung yang saya datangi saya tanya gak halal , pakai minya babi lah. Sedih banget haha. Mana ujan ujan gabisa pulang dan ga ada masjid di sekitar situ (saya pernah numpang solat ashar di pesantren tapi jalan rada jauh dari tempat les). Akhirnya setelah beli es krim saya buru buru pulang nembus ujan gerimis buat balik ke kosan.



Seminggu sebelum IELTS. Saya stop belajar kuliah dan nyusun skripsi, fokus ke IELTS (walaupun saya masih inget banget seninnya bimbingan dan banyak revisi bab II). Saya kedapetan jumat speakingnya dan sisanya (listening,writing, reading) hari sabtu. Alhasil, saya hari selasa rabu fokus belajar speaking. Saya juga bener -bener berusaha memperbaikin listening saya, diantara yang lain saya rasa listening saya paling jelek, bahkan suatu saat waktu les listening saya pernah dapet 4,5 ! udah capek banget kayaknya saya juga lupa. kayaknya efek habis bimbingan haha..saya takut banget dan sempat down.. gimana kalau listening saya ga naik naik nih.. sekitaran 5,5 dan 6,0 teruus waktu les dan biasanya kan kalau ujian itu ada atmosfer yang bikin stress sendiri. Biasanya bagus di kelas tapi jatoh waktu ujian kan banyak.. apalagi ini tes IELTS pertama saya. akhirnya saya fokusin belajar ke listening dan reading, speaking tiap malem bareng sama writing. Tapi kalau di les-lesan saya fokusin di listening,writing , dan speaking. Ohiya waktu waktu ini juga saya pakai buat permohonan surat rekomendasi ke sana-sini. Total saya meminta tolong empat orang untuk surat rekomendasi saya dua dosen, satu pembimbing kerja praktek, dan satu lagi bos saya di tempat kerja kantor berita ITB.

Hari ujian IELTS yang memang selalu hari Sabtu, malam sebelumnya saya nervous bangeet. Guru les saya bilang "udah jalan jalan di PVJ aja jangan belajar", tapi saya gabisa kaya gitu orangnya hiks, saya tetep belajar walaupun dengan porsi ga sebanyak hari-hari sebelumnya. Ujian hari itu, listeningnya susaah terutama section 4 sama section 3. Cukup bikin down karena listening itu ditaruh di awal banget .. reading dan writing saya kerjain dan saya ngerasa udah put my best effort. Sekitar jam 1 selesai test, saya makan dan pulaaang. Bahagia rasanya ..salah satu resolusi saya tercapai (paling ga IELTS udah meskipun applynya belum dan belum keterima)

Minggunya saya nyicil lagi TA saya, sampai malam senin saya begadang sampai jam 2. Itu sih ogeb-nya. Besok seninnya habis kuliah saya makan sama temen-temen saya di gelap nyawang depan ITB. kwkwk emang itu tempat udah terkenal ga bersihnya.. beranjak siang saya ngerasa pusiiiing banget dan mual terus. Saya buru-buru pulang habis dari perpus. Bener aja, saya makan ga bersih di saat kondisi saya lagi down banget. Dari senin siang sampai selasa besok paginya saya demam dan mual, Malamnya saya selalu kebangun setiap jam karena pusing dan panas. setelah tes darah saya positif thypus. Jackpot banget ga sih ?!? saya bedrest selama seminggu dan gabisa nyentuh laptop buat apa -apa.... saya gabisa ngurusin recommendation letter dan nyicil TA saya di saat temen-temen udah ada yang pada surveey. Sedih .. tapi saya harus cepet cepet sehat. Saya sebenernya gasuka bubur, tapi saya makan bubur selama 4 hari dan bertekad gamau nyisain. Apalagi... senin lusa itu udah UTS ! mana mata kuliah ini diampu sama dosen pembimbing sendiri lagi... gamau nyusul nyusul, gamau nyusahin orang. Gabisa nggak ini bedrest harus bener-bener bedrest, padahal dalam hati rasanya remuk berasa useless dan nyesel gabisa jaga kesehatan,

Akhirnya saya ujian hari senin ! saya juga udah ngerasa baikan. semingguan itu saya menebus dosa...urus surat sana sini, urus surat ke penerjemah tersumpah juga, benerin revisi ... dan sampailah pada Jumat 13 Maret ! pengumuman hasil IELTS ! dengan harap harap cemas saya buka isinya dan Alhamdulillah overall band score 7 :"""D  dan ga ada nilai di bawah 6 :"""D . Pagi itu hari jumat juga salah satu reference saya, bos saya di USDI udah kirim recommendation letter ke pihak universitas ..Sebenernya saya tinggal scan hasil IELTS , upload cv dan menunggu reference letter lain di kirim, survey bank mana yang biaya international transfernya paling murah, dan bayar 95 euro lewat transfer bank. Hanya itu sebenernya, tapi rasanya ....




Tapi entah mengapa beberapa hari ini saya jadi cemas dan bener bener takut ini semua percuma.
Saya tahu deep down kalau universitas yang saya tuju ini out of my league
Entah kenapa saya merasa takut gagal
Iya, payah yah ? saya ngerasa kayaknya apa yang saya kerjain bertahun-tahun mulai dari les prancis sampai ambil DELF bahkan ga cukup untuk menaklukkan kerasnya persaingan memperebutkan kursi di universitas tersebut..
mungkin ini titik yang bisa dibilang titik pasrah :"
Apapun itu saya tetep percaya yang sudah ditentukan oleh yang di atas tentu lebih sempurna dari apa yang kita bayangkan .
Apapun hasilnya nanti, semoga diberikan yang terbaik :")


Kamis, 08 Januari 2015

God Help the Outcasts

je ne sais pas Seigneur si ces mots
monteront jusqu’au Ciel
si Tu entendras tout là-haut
ce très humble appel
moi, l’exclue, l’impure, la gitane
en Toi j’espère toujours
car dans le coeur de Notre-dame
les bannis ont droit d’amour

protège, mon Dieu, les malheureux
eclaire la misère des coeurs solitaires
nulle âme à part moi ne les entendra
si Tu restes sourd aux mendiants d’amour

je veux de l’or , je veux la gloire
je veux qu’on honore un jour ma mémoire
fais qu l’on maime , Dieu Immortel
nous implorons Ta Grâce o Roi Eternel
je ne désire rien ni gloire ni bien
mais le coeur qui a faim doit mendier son pain
Entends pour mes frères cette humble prière 
car les miséreux sont enfants de Dieu

tous les miséreux sont enfants de Dieu

je crois que chaque religion enseigné en croyant à pratiquer sa compassion pour les autres, à tout le monde dans le même ou différent croyance avec nous .




Senin, 29 Desember 2014

Comme un Homme

une chanson dans le film du Disney, Mulan 
attaquons l’exercice pour défaire les huns
m’ont ils donné leurs fils ? je n’en vois pas un
vous êtes plus fragile que des filletes
jusqu’au bout et coup par coup
je saurai faire des vrais hommes de vous

comme la flêche qui vibre et frappe en plein coeur
en trouvant l’équilibre vous serez vainqueurs
vous n’êtes qu’une bande de femmelettes
mais en vers et contre tout
je saurai faire de vrais hommes de vous

j’aurais dû me mettre au régime
salues tous mes amis pour moi
je n’aurais pas dû sécher les cours de gym
ce gars-là leur flanque les foies
et s’il voyait la fille en moi ?
je suis tout en âge mais nager je ne sais pas

(comme un homme) sois plus violent que le cour du torrent
(comme un homme) sois plus puissant que les ouragans
(comme un homme) sois plus ardent que le feu des volcans
secret comme les nuits de lune de l’orient

les jours passent et les huns ne sont plus très loin
suivez bien mon chemin vous vivrez demain

vous ne serez jamais  vaillant et fort comme des hommes rentrez chez vous
je ne peux faire des vrais hommes de vous
(comme un homme) sois plus violent que le cour du torrent
(comme un homme) sois plus puissant que les ouragans
(comme un homme) sois plus ardent que le feu des volcans
secret comme les nuits de lune de l’orient

eh bien, je devrais remercies la personne qui a fait cette paroles. Parce que “Comme un homme” était mon chanson qui je jouais toujours en travaillant pour preparer mon DELF. une chanson que chaque fois que vous entendez cela vous fera réfléchir à deux fois pour abandonner à votre rêve. Il y avait le temps que je me sens très dur, je me sens tellement déprimé ou tel-a-déchets de l'espace, sachant que j’avais trop beaucoup du choses que je devrais faire, et des responsibilités, et cetera -___- dans cette semestre. Et après ecouter cette “Comme un homme”,  et rappeler des moments passés me fait réalisé combien était bénie, ayant une chance d'obtenir ce fardeau.

À la fin de cette année, je suis étonné de moi parce que je ne suis pas pleurer quand mêmes problèmes (avec une autre personne) qui me est arrivé. Dans l’année debut, je pleurais comme – euh comment je peux vous dire- toute mon cerveau pleurait
 
Mais maintenant, la même chose m’a frappé d’une manière differente, mais je peux la pris les derniers problèmes calmement..pas personnellement. Thehe. je suis étonné de moi. Peut-être- finalement, je sais comme on me disait par “âges comme le vin”. J’espère que la prochaine année, 2015 , ca sera étre meilleur que cette année, il y aura des choses plus étonnantes et précieuse leçon que nous (oui, vous le lecteur qui a lu volontiers ce poste jusqu'à le dernier mot de ce post de merde et moi) pourrions apprendre. Bienvenue 2015! :”)

Histoire éternelle

Histoire éternelle
Qu’on ne croit jamais
De deux inconnus  qu’un geste imprévu rapproche en secret
Et soudain se pose sur leur coeur en fete un papillon rose
Un rien pas grand chose
Une fleur offerte

Rien ne se ressemble , rien n’est plus pareil
Mais comment savoir la peur envolée que l’on s’est trompé

Chanson éternelle
Au refrain fané
C’est vrai c’est étrange de voir comme un change
Sans meme y penser
Tot comme les étoiles
S’éteignent en cachette

Histoire éternelle
Touche de son aile
La belle et la bete

Histoire éternelle
Touche de son aile
La belle et la bete

Parmi tous les films et chansons du disney j’avais déjà vu. Cette chanson est - (et sera toujours) ma chanson préférée de tous le temps. C’est vrai comme il disait dans le film, elle est “la plus belle histoire d’amour jamais dit “. A cote de sa gentilesse à chacun de petit créature du monde, Belle avait quelque-chose qui me fait vraiment l’adore : “On a pensé qui j’étais très audacieux. Je sais comment il se sent d'être différent, et je sais la solitude qu’elle pourrait être,"

Kamis, 25 Desember 2014

Au Bout du Rêve

Au Bout du Rêve
Interprétée par Huguette Boulangeot (1959) 
C’était vous avec qui j’allais au bout du rêve
C’était vous que j’apercevais dans tous mes songes sans trêve
Je sais bien pourtant que l’illusion parfois nous ment
Mais auprès de vous, je sais malgré tout
Qu’un jour bienheureux, nous irons tous deux
au bout du rêve

Mais auprès de vous, je sais malgré tout
Qu’un jour bienheureux, enfin nous irons au bout du rêve

C’était vous avec qui j’allais au bout du rêve
C’était vous que j’apercevais dans tous mes songes sans trêve
Je sais bien pourtant que l’illusion parfois nous ment
Mais je sais aussi qu’on préfère ceci
Que vous m’aimerez quand vous cesserez de tant rêver


J’aime bien cette scene de la belle au bois dormant. Toutes les combinaisons de ces mots français font vraiment cette chanson se sentent plus comme une chanson d’amour. Et il y a l’autre doublage Interprétée par Danielle Licari et Olivier Constantin. Celui le petit mots dans le doublage “Mon amour, un aussi doux rêve est un présage d’amour” . 
Hahaha Disney, vous êtes et vous serez toujours mon film préféré de regarder à tout âge.

Mon Attestation de réussite de Delf B1 (1) !

Cette matin au 15 Decembre 2014, j’étais très crevée parce que j’avais fait mon papier du recherche finale de mon course la nuit dernièr, la metodhologie du recherce. Mais j’étais tres passionant de recevoir quelque chose au cette jour. Au 22 Novembre 2014, j’ai pri le DELF du B1, et cette jour j’avais attendu l’annonce de réussite de DELF depuis 7 heures du matin. J’avais l’examen du course du “Urban Design” à demain alors je voulais d’étudier en avant et quand j’ai vu mon sticky notes, et soudain je me suis rappelle du date de l’annoce. Et puis je cherchais et chercais sur internet ..je ne trouvais rien .

Et soudain je trouve cette lien sur twitter, il restait dans internet jusqu’à 4 minutes. Il directait au le lien de l’annonce de reussite pour le DELF at DALF la dernier Novembre ! ensuite il me a amenait dans la page de l’annonce. Et pour la premère fois de ma vie, je regrette que ma vitesse internet allait tellement vite. Je n’avais pas de courage de voir cette annonce. J’attendais en quelque minutes et envoyais des messages a mes meilleur amies. Après avoir pris mon souffle, je recherchais pour mon nom.. à partir de la liste des juniors A1, des juniors A2, et puis des juniors B2 .... et mon nom , je ne le trouvais pas ? il y a juste cet Gomez Gonzales dans le liste?
Et soudain j’ai realisé que c’était seulement la liste des juniors..

Ensuit je continuais de rechercher mon nom, j’oublie mon numéro d’examen... hh... j’ai trouvé les noms a partir de consonne H. H.. H.. Hilda Nurmoharoni .. et j’ai trouvé mon nom au dessous cet nom , Hafshah Najma Ashrawi ! Uhakhakhak !
Alhamdulillah, grâce à Dieu, je réussirais le DELF B1 , jusquà ce moment au moins de ma curiosité est satisfaite. Mais toujours, je voudrais savoir mon note finale. Je n’ai pas oublié aussi de féliciter mes amies , Zefa et Kak Maria pour leur réussite de passer le DELF B1 pour Zefa et le DELF B2 pour Kak Maria. Au 10 heures du matin, j’allais au IFI et quand j’ai arrive la bas, j’ai rencontre Kak Maria. Nous allions directement du service pédagogique, mmm exactement avec des amies du Kak Maria thehe.

Aller au IFI au cette heures était tres tot. Madam Aci était sur le point de joindre l’annonce sur la paroi de l’information. Et elle me disait que des attestations de réussites serait envoyée au Mercredi prochaine. Hm, ca fait bizzare d’apres moi, et puis elle me disait le nouveau classe du niveau B2 serait commence au Janvier prochaine. Pour être honnête, c’était vraiment tentant. Mais pour la prochaine demi, je devrais porte mes études sur mon tache finale. Et il y avait une mauvaise nouvelle, le prix pour tous les cours s’élèvent ! (oui, actuallement pour chaque annee il augmentera). Hhh quelle décision difficile. Et je vois Monsieur Fauzi venait de recevoir un paquet. Il fassait des attestations. Et bien sûr. Après Kak Maria, j’ai signé la forme et voilà ! j’ai reçu mon attestation de réussite !

Je suis tout eblouie de mes notes !!

Wkwk J’étais un peu trompe avec mes notes de comprehension oral. Avant tout, j’ai passé cet examen au une note suffisant. Ca me fait bizzare était mon note de comprehension de l’oral qui était la seconde meilleure dans mon DELF niveau A2, et maintenant il etait le mauvaise khehehe..
Au l’examen du DELF B1, il teste votre capacité d’utilisateur indépendant pour les quatre compétences (et je pense qu’il ressemble de l’examen formelle du anglais, e.g : reading, writing, listening, and speaking), et pour le DELF/ DALF , il y a toujours lire, écrire, écouter, parler. L’examen comporte une épreuve pour chacune de ces quatre compétences : compréhension de l’oral (écouter, listening); compréhension des écrits (lire, reading); production écrite (écrire, writing); et production orale (parler, speaking)

Si j’ai énumère à partir des notes plus haut au plus bas à production écrite, compréhension des écrits, production orale, et compréhension de l’oral ! hakahak, alors, j’etais tres difficile des ecouter les français se parlent? Huhuh.. je suis desolée, les audios étaient tres difficile pour écouter, et je ne peux pas imaginer de prendre l’examen du DELF B2 en ce moment.
Wkwkw mais avant tout je me sens si fier et béni de passer l’examen du DELF B1. J’espere de continuer au niveau B2. Bien que je ne peux pas la prendre dans l’instant proche. Et aussi, je sais quelle methode d’aprrendre francais que le meilleur pour moi. Hhaha peut-être je peux le partager dans l’autre poste

J’espere que j’aurai une chance d’avoir l’examen du DELF B2 l’anne ou deux annees prochaine :'')



Mon Attestation de reussite de Delf B1 !

Pagi itu 15 Desember 2014  badan sebenernya rada remuk gara gara begadang, karena sebuah mata kuliah 2 sks pengantar TA bernama Metode Penelitian. Tapi saya bener bener menanti itu tanggal hehe, ceritanya pada tanggal 15 Desember itu merupakan hari pengumuman DELF yang saya ambil November lalu. Dari jam 7 sebenernya udah mantengin laptop kan tapi niatannya buat belajar Rangkot yang uts hari selasa besok, terus i stumbled upon my sticky notes. Pengumuman DELF ! Searching ke sana sini dan buka email yang di refresh tiap 5 menit sekali .... sampai jam 8 ga menemukan hasil berarti.

Sampai saya buka twitter IFI Bandung dan ngelihat tweet yang belum sampai 4 menit bertengger di dunia maya. Tweet yang berisi link buat ngelihat daftar peserta yang lulus DELF sesi November bulan lalu ! Gapake lama, saya klik link tersebut dan menanti dengan harap harap cemas. Mupeng banget deh mungkin kalo sempat ngaca waktu ituuu, dan untuk pertama kalinya saya nyesel kenapa internet kosan saya cepet sih. Udah kebuka tapi tetep saya gaberani ngebaca halamannya. Terus nge line grup yang isinya geng temen sekampus. Gatahu kenapa tapi rasanya pengen berbagi kegelisahan ini hahaha apaan sih jem. Setelah menghela nafas yang cukup lama saya memberanikan diri buat nyari nama saya .. urutannya daftar peserta A1 junior, A2 junior,  terus B1 junior ... lah loh ? kok ga ada nama sayaa ? yang ada cuma si Gomez Gonzalez ?
Oiya itu baru daftar buat peserta yang junior ...

Terus udah makin deg degan aja waktu ngescroll ke bawah , A1 TP, A2 TP, B1 TP, uuuuh mana nama saya yaah mana lupa lagi nomor ujiannya berapa karena saking deg degannya yaudah deh liat liat yang lulus B2 dulu, haha terus balik lagi ke B1 dan cari abjad H.. H... Hilda Nurmoharoni.. terus saya ngelihat ada nama saya ! Hafshah Najma Ashrawi ! uhakhakhak !
Alhamdulillah segala puji bagi Tuhan .. rasanya seketika pengen sujud terus joged tapi kamar kosan penuh dengan kertas-kertas hasil begadang proposal final metlit malem sebelumnya. Buat sementara ini aman deh rasa penasarannya karena paling ga kepastian udah lulus atau belum udah taauuu, tapi tetep aja pengen tau hasilnya kaya gimana. Ohya sebelum itu juga saya ngucapin selamat ke salah satu temen seperjuangan DELF B1, zefa sama kaka kelas di mete ITB sesama asisten kebijakan iklim yang lulus DELF B2, keren ga tuh doi nyambi ngebut intensif B1 sampe B2 sambil ngerjain TA sambil nge BP di himpunan dan sambil ngasisten ckck, namanya Kak Maria.

Akhirnya saya langsung siap siap buat ke IFI karena pengen ambil attestation-nya. sekitar jam 10 saya sempatin ke IFI sebelum berangkat ke kampus . Begitu parkir motor di IFI, ternyata barengan datangnya sama kak Maria ! kita berdua langsung aja menghambur ke bagian pedagogique , bener aja sih datang jam segitu ke IFI tuh bisa dibilang kepagian. Teh Acinya aja baru mau masang pengumuman lulus apa gak nya (ya yang udah saya lihat di web sebelumnya) dan dia ngasih tau saya kalo attestationnya kayaknya baru nyampe hari Rabu besoknya.. mmmmpht tumben. Terus ngobrol ngobrol bentar sama teh aci soal kenaikan harga dan soal intensif B2 yang dibuka mulai Januari 2015 (hiks..tempting banget). Terus ,, karena ngobrolnya di pedagogique ternyata Monsieur Reza baru buka kiriman yang isinya attestation, buat semua level ! .. Kak Maria dan temennya langsung ambil punya mereka dan setelah ngobrol ngobrol sama Teh Aci saya nanyain attestation saya, tanda tangan bentar dan ... voila itu kertas udah di tangan saya

Astagah nilainya !!!

Hahaha sejujurnya saya ngerasa sedikit kecewa sama bagian comprehension oralnya. Eugh soalnya perasaan waktu DELF A2 dulu nilai comprehension oral aku tertinggi kedua setelah production ecrit. Tapi paling ga saya lulus dengan nilai yang ga mepet mepeet banget  walau gabisa dibilang bagus banget. Jadi intinya kan DELF itu dibagi 4 sama sih kayak bahasa inggris production ecrit (bikin tulisan alias writing, kalau untuk B1 minimal 160-180 ga ada maksimal), comprehension ecrit (mungkin bisa dibilang reading, pemahaman tentang literatur dan publikasi tertulis kalo untuk B1 biasanya artikel sehari-hari dan publikasi iklan singkat), comprehension oral (listening, ada tiga bagian dan makin ke belakang makin kedengeran kaya orang kumur-kumur), dan yang terakhir yang bener bener bikin perut mules itu production oral (speaking, dibagi jadi tiga bagian yang pertama presentasi diri sendiri dan wawancara singkat, kedua kita main drama dan saya kebagian jadi mahasiswa erasmus mundus yang ngebujuk cem perkumpulan mahasiswa di sana buat bikin pesta penyambutan, dan yang terakhir adalah diskusi tentang topik dari artikel berita).

Kalau dirunut dari nilai yang paling tinggi , nilai saya itu gini à production ecrite, comprehension ecrite, production oral, dan comprehension oral ! hakhak coba jadi saya susah gt ya buat dengerin orang prancis ngomong ? :”c ... ya maaf atuh orang pas tes audionya aja sember dan ngomongnya sumpah cepet bangeeet.. ga kebayang gimana kalo B2 (katanya kalo B2 itu tes listeningnya sengaja dikasi gangguan waktu percakapannya jadi misalnya percakapan orang telepon di belakangnya ada suara truk tronton klakson gt euh gandeng banget alesannya sih ngetes konsentrasi sama kebiasaan kita dengerin percakapan bahasa prancis). Wkwkwkw tapi saya bersyukur banget bisa lulus DELF B1 dengan  nilai segitu, di tengah kesibukan semester 7 yang adalah studio terakhir dan puncak dari mata kuliah mata kuliah suka ngibul, alias tulisannya 2 sks tapi demand nya 8 sks.


Apapun itu, saya bersyukur banget bisa lulus haha dan sebenarnya sangat berharap bisa lanjut B2, wkwk walaupun rasanya gabisa dalam waktu dekat ini atau awal tahun 2015 ini. Dari sini juga sebenernya makin banyak yang bisa dipelajari kayak cara-cara belajar yang efektif buat DELF (iya.. saya emang ga imbang belajarnya kebanyakan nulis daripada omong) dan bagi waktu sama prioritas lebih bijak lagi.

Semoga akan ada jalan untuk berjumpa denganmu, DELF B2 :)

Sabtu, 13 Desember 2014

La Second Anniversaire

Hai !

25 November 2012

Masih inget ga hari itu kita disidang malam-malam tentang seberapa parahnya kepedulian angkatan kita. Seberapa kurang koordinasinya pengmas kita sebelumnya.  Malam yang bener bener dingin, tidur cuma sejam dan sebelumnya pakai acara ngebikin tenda sambil dibentak bentak. Sampai dini hari masih disidang dan capek banget rasanya.

Tapi hari itu merupakan hari pertama kita jadi anggota biasa, atau yang disebut warga.

25 November 2013

Hari pertama perayaan ulang tahun kita. Walaupun acaranya nelat dan harus nunggu sampai sekitar satu setengah jam, walaupun gara gara itu saya gajadi wawancara seseorang buat artikel kantor berita, walaupun harus ada drama-drama ala sinetron ftv yang bikin tambah sebel nungguin kalian.
Tapi rasanya ga ada yang lebih nyenengin dibandingin baca testimoni dari kalian dan ngebuka hadiah kecil dari kalian.

“Jem, urang belum pernah ikut pelatihan sketch up ! -Ihsan-
“Terberitakan 2013” -Dhimas-
“Jem, sibuk banget lo kayaknya.. banyakin senang2 ya dan THX bwt akademik !!!” –Badak-
“Tinggikan selera humor jem “ –Syaukat- haha dari dulu emang udah nyebelin ya lu kat
“Ajarin jadi reporter dong kaka” –Reksy-
“Loyal banget buat akademik, salut !” –Irfan-
“Jempol” –Wibi-
“Jem kapan2 gw juga mau parkir depan cc dong” –Edo!-
“Akademisi sejati” –Rosi-
“Kayaknya liput gw ide bagus tuh haha” -Azka- iya zka, suatu saat gue percaya lu akan jadi seseorang yang berpengaruh di negeri ini :”)
“Jem, jem mau minjem kartunya doong” –Rafi-
“Heboh deh pasti, semuanya dibikin heboh” –Bakri-
“Ibu Akademik merangkap wartawan USDI terimakasih untuk info info akademiknya” –Ketang Roby-
“Jem, tolong jarkomin ke anak kelas genap dong hahaha canda canda. Terus jagain akademik kami ya jem “ –Sena-
“Halo”  -Angga- hahaha
“Najm, kalo ada waktu boleh lah wawancara gua hakhak” –Berdi- iya , ntar artikelnya judulnya 'Akhirnya Berdi Bisa Nyebut' ya hahahah
“Buddy lo jangan geje mulu, suka khawatir gue haha semoga lancar yaah percintaannya” –Buddy Farhan- hahaha makasih farhan
“Gue punya indomie goreng , mau ga ?” –Fauzi- setelah sebelumnya secara berlebihan saya minta indomie goreng waktu kelaperan malem malem di hmp
“Mau dong pinter kayak kakaknya” -Ishi-
“Hati hati mbaak nanti pahanya meledak duar !” –Zaki- paha situ udah aman yah emang ?
“Semangat jem kapan kapan maen bareng lagi !” –Wafa-
“Si najm ramah banget orangnya , ehiya novel lo belom gw balikin ntaran aja yak” –Taufik- udah deh pik, udah gw ikhlasin kok
“Oalah najm, gimana yang waktu itu ? sori ye gue lagi sibuk maen pingpong haha !” –Cipta-


Dan semua testi yang ditulis bareng dengan hadiah itu kayaknya dipersiapkan jauh hari, beda sama hadiah dari temen-temen cewe plano yang berupa cake kecil yang masing masing nya ada tulisan nama temen temen cowo plano. Haha kalau bisa bayangin pasti keder deh nulis testimoni buat semua anak cewe di angkatan saya yang jumlahnya sampai tujuh puluh tiga orang.

25 November 2014
Tepatnya hari Selasa,

Walaupun sekali lagi, kita harus nunggu sampai kurang lebih jam 6 lebih dari janjinya yang jam 5. Walaupun beberapa udah ada yang kalap karena pikiran udah di presentasi metlit rabu besoknya, haha dan sebenernya walaupun yang cewe-cewe kurang pede waktu nyanyi “Thats what friends are for” dengan suara sedikit blero alias fals..haha foto foto ini hasil jepretan Bunga yaaah 



Tapi ga ada yang lebih nyenengin dibandingkan ngelihat kita bareng bareng niup lilin tiga cake besar, satu cheesecake buatan kita, satu cheesecake dari plano2010, dan satu lagi cake yang kita beli buat acara dua tahunan kita.


Saat kita ngasih testimoni buat temen temen cowo pl sebagai balasan dari kado setahun sebelumnya, dan saat ngelihat kalian senyum senyum ngebaca testimoninya.


Saat kita yang cewe-cewe gantian ngasih kado berupa dasi buat temen temen cowo pl dan kalian bingung gimana makenya.

Dan yang lebih lucu, ngelihat timeline line yang penuh sama notif kita ganti profile picture line ..
Wkwkwk seumur-umur ini sweet-mini-party yang paling improvisasional (apa bahkan ada ya kata ini ?) but yet paling manis yang pernah saya alamin.

...........

Hai, kita udah bareng bareng selama bisa dibilang dua tahun lebih. Banyak hal yang saya laluin bareng bareng sama kalian mulai dari yang ngecewain, nyenengin, ngebetein dan berbagai kata yang susah buat diungkapkan dan dituliskan.

Maaf kalau misalnya selama dua tahun banyak bikin kecewa. Maaf gabisa banyak bantu angkatan ketika bener-bener dibutuhkan. Maaf kalau dulu sebagai wakadiv akademik saya gabisa nyelamatin salah satu temen kita. Dan berbagai maaf yang mungkin aja saya ga sadar udah saya lakuin...

Tapi mungkin kalau bener ada yang namanya saudara lain ibu, mungkin saya menemukannya di dalam kalian. Dari mulai MPAB, Studio Proses, Studio Tapak, Studio Kota, dan terakhir Studio Wilayah kita selalu bareng-bareng. Bareng-bareng naik mobil patroli polisi kaya banci kena razia waktu survey studio proses biar hemat uang transport, bareng-bareng begadang ngerjain deadline studio tapak yang bikin tangan keram bahkan sampai liburan, bareng-bareng survey di Sukabumi dan wawancara kuesioner kampung hijau yang bener bener bikin capek dan kesel, bareng bareng rona awal ke Serang dan makan pecak bandeng yang bikin mulut gatel, sampai hampir aja salah wawancara karena ngambil responden orang gila.

Dulu waktu pertama kali survey studio proses dan kita harus kehilangan temen kita, salah satu hal yang pengen saya lakuin sebelum lulus adalah paling gak pernah satu studio dan satu kelas sama masing-masing dari kalian. Hhaha dan syukurlah sepertinya salah satu keinginan saya tercapai sampai selesainya Studio Wilayah semester ini. Mungkin selesai studio ini kita gabisa punya momen bareng bareng waktu kuliah yang lebih seangkatan tapi tapi its okay why dont we cherish every moment we have haha. Semoga semakin dewasa dan di tingkat akhir ini, dimudahkan semua perjalanan kita untuk lulus dan berakhir bahagia buat foto bareng di Sabuga sana. Walaupun kita udah keluar dari tempat yang mempertemukan kita ini dan sampai kita pisah nantinya. “Bagi Jarak, perannya hanya dua. Memisahkan dan menyatukan. Bagi rasa, perannya juga dua, menghadirkan jarak dan menghapus jarak. Tapi setidaknya rasa akan hadir betapapun jaraknya,”.

Selamat berjuang teman teman ! Still cant wait for ..

25 November 2015

25 November 2016

Dan seterusnya ..

We’re thousand miles from comfort
We have travelled land and sea
But as long as you are with me,
 there’s no place i’d rather be :)