Jumat, 30 Desember 2016

LPDP - Pengalaman, Tips, dan Trik

Haloo !

Hehehe udah lama banget rasanya ga update blog ini. Sebenernya udah ada banyak ide-ide buat ngupdate tulisan di blog cuma sayangnyan waktu sedang tidak berpihak huhu. Jadi, sesuai dengan judulnya sebenernya kali ini tulisan ini bercerita tentang pengalaman kemarin waktu apply tes LPDP Gelombang IV Tahun 2016. Sebenernya tujuan saya nulis ini buat berbagi pengalaman sama berharap kalian-kalian yang bakal apply beasiswa LPDP bisa belajar dari kesalahan-kesalahan saya hahaha. Jadi sebelumnya di batch 1 dan batch 3 itu saya daftar juga tapi ga lolos seleksi administrasi, baru batch keempat aku lolos seleksi administrasi. Alasannya kenapa ?heheh liat aja nanti di tulisan ini. Saya percaya juga sih kalau kalian nge-google atau bahkan broadcast di sosmed banyak yang ngebahas tentang tes beasiswa LPDP, because we all knew this prestigious scholarship that everyone talk about wkwkw. Bahkan mungkin di blog lain ada yang bahas lebih kece dan lebih prepared banget lah pokoknya. Kalau di tulisan ini, yaaah saya cuma ngeshare berdasarkan pengalaman saya yang seadanya saja yah wkwk. 

Waktu itu sebulan sebelum deadline pendaftaran, saya sebenernya sudah menyerah mau daftar beasiswa LPDP. Bulan Oktober itu saya sudah ada satu LoA, namun yang jadi permasalahan adalah program yang saya ambil Joint Degree, international joint master of sustainable development programme. (salah satu program Erasmus mundus, kalau ada yang penasaran bisa lihat di link ini). Saya apply awal tahun 2016 dan Alhamdulillah diterima namun sayangnya saya tidak mendapat beasiswa yang juga saya apply, beasiswa tersebut ditawarkan oleh salah satu partner university yang terlibat dalam program tersebut, Univ Padova di Italia. Setelah berbagai pertimbangan (saya bener-bener menaruh pilihan berangkat dengan biaya orangtua pada opsi terakhir saya) saya menunda studi saya dan memilih mencari opsi beasiswa, untungnya pihak konsorsium bener-bener koordinatif. Seminggu setelah saya dinyatakan diterima di programnya namun tidak mendapatkan beasiswa, calon mahasiswa dikirimkan form berisi step-step untuk mengurus visa dan akomodasi (ini sepertinya harus ditulis di artikel lain lagi sih, kapan kapan insyaallah akan saya tulis). 

Dua minggu setelah saling bertukar email dan koordinasi dengan pihak konsorsium, saya mengambil keputusan untuk menunda studi dan syarat dari pihak konsorsium adalah secara formalitas meng-apply pada periode berikutnya. Yah okelah saya punya waktu kira kira sampai pada akhir tahun 2016 untuk mencari beasiswa, yang menjadi pertimbangan mungkin karena LPDP terdapat syarat minimal jarak antara pendaftaran beasiswa dan keberangkatan studi adalah 6 bulan. Anyway, yang jadi kejutan adalah, untuk tahun intake 2017 program IJM Stede ini kembali lagi disponsori oleh Erasmus Mundus (tadinya beasiswanya hanya ditawarkan oleh pihak-pihak universitas tertentu saja). Wah saya semakin lega karena kesempatan beasiswa paling tidak kalau LPDP saya ditolak masih ada Erasmus Mundus. 

Dalam salah satu email dari Stede sesudah saya menyatakan untuk postpone studi saya, pihak konsorsium juga sudah sangat baik dengan menyarankan kalau saya apply pada awal-awal pendaftaran sehingga kesempatan mendapat beasiswa dari universitasnya lebih besar. Namun sejak saya menunda keberangkatan saya, saya memang sudah niat untuk memperbaiki bahasa prancis saya dan mengambil DELF B2 periode November 2016 (sertifikasi kemampuan bahasa prancis). Pikiran saya waktu itu, kalaupun saya apply lagi program ini, saya punya nilai tambah lebih selain pengalaman kerja. Intinya, fokus saya di Bulan November ini bukan tes LPDP, tapi tes DELF B2 karena saya sudah menyiapkannya dari awal tahun … kan sayang yah kalau saya gagal di tes ini setelah capek capek les pulang kerja dan masih les di weekend). Jadi, tes beasiswa LPDP ini cukup impromptu buat saya dan persiapan saya efektif buat tes substantifnya bisa dibilang kurang dari seminggu wkwkkw tapi yaudah sih. Hajar bleh ..



Kembali ke inti cerita, apa aja  yang bisa diambil dari pengalaman saya tes substantive beasiswa LPDP Gelombang IV kemarin ?

1.       Kesesuaian berkas administrasi
Ini yang bikin saya kejegal di batch 1 dan batch 3. Sewaktu saya menyiapkan berkas LPDP batch 1, itu bersamaan dengan saya menyiapkan apply program IJM Stede. Sebenernya saya cukup kelimpungan dan kesalahan saya ada di surat rekomendasi LPDP yang tidak sesuai format.  Jadi kalau sesuai format LPDP itu surat rekomnya dibikin perpoin sedangkan saya di dua batch sebelumnya saya buat dalam paragraf semua. Lupa deh ini kayaknya hasil saya nanya nanya ke seseorang apakah formatnya harus perpoin dan sepertinya tidak masalah kalau tidak perpoin. Wah ternyata cukup jadi masalah yah  wkwkwk. Seriously buat kalian yang sedang mempersiapkan berkas admistrasi LPDP cek and recheck lagi semua berkasnya apakah sudah sesuai dengan yang diminta di guidelines pendaftaran.




Surat izin atasan apakah sudah sesuai dengan format dan mengikuti kebijakan kantor ? 
Surat rekomendasi apakah sudah mengikuti format atau tidak ?
Surat keterangan kesehatan, bebas narkoba dan TBC apakah sudah lengkap dan dari rumah sakit pemerintah ?
Surat pernyataan apakah sudah mengikuti format atau tidak ? jangan lupa pakai materai
Essay dan rencana studi sudah mencakup poin poin yang harus termuat sesuai guidelines?

Wkwk kalau aja saya ga mengubah surat rekomendasi saya waktu mau mendaftar batch IV, sudah pasti saya galolos lagi seleksi administrasi. Selain itu, rajin-rajin juga google persiapan beasiswa LPDP saya yakin udah banyak banget banget yang bahas di internet, atau nanya kakak-kelas yang juga awardee LPDP. Saya juga baru sadar kesalahan saya ini waktu liat liat berkas pendaftaran teman saya yang udah keterima hehe jadi jangan malu-malu buat nanya-nanya yah. 

2.       Kalau ada pertanyaan yang memang ga ada di FAQ dan butuh jawaban cepat, jangan sungkan email langsung atau telpon CSO LPDP. Gerak cepat !
Seriously, I learned it the hard way. mungkin karena beberapa hari sebelum tes substansi LPDP dll itu saya masih ngurusin dan  belajar buat tes DELF, saya ga begitu pay attention sama tetek bengek berkas administrasi asli yang harus dibawa. Jadi sebelum wawancara kan ada verifikasi berkas, dimana semua berkas asli kita dicek dan saya ga ngeh kalau ada yang namanya formulir pendaftaran!. Sampai dengan hari H tes aja, formulir pendaftaran saya gabisa didonwload. Saya sempat berpikiran mau nelpon tapi yaudah sih tunggu aja kali ya mungkin web nya lagi banyak yang akses jadi crash. Tapi sampai hari H ternyata masih sulit didownload huftina !. Akhirnya jam 6 pagi tanggal 9 November yang siangnya saya tes wawancara, Itu pagi-pagi saya printscreen satu satu detail pendaftaran saya, itu saran dari CSO nya setelah saya telpon (makasih loh ya mas !wkwkkw salut deh kayaknya 24 jam itu atau mungkin karena pas hari-hari seleksi juga ya jam 6 pagi udah bisa ditelpon).hasil printscreen tadi di print deh dan Alhamdulillah masih lolos berkas verifikasi. Fyuhh… tapi yang saya sesalkan adalah kenapa saya ga nelpon soal ini jauh-jauh hari dan ngeprint di kantor bukan malah di print-printan fotokopian deket Radio Dalam yang 8  lembar aja 15 ribuuuu  :”(. Akan sangat lebih baik lagi kalau semua printilan udah available dalam bentuk fisik jauh-jauh hari sebelum tes substantif, tiga hari lah udah yakin semua persyaratan berkas siap. 

Note : Tapi tenang guys, sepengematan saya sewaktu hari H masih ada orang-orang yang SKCK nya masih diurus, belum jadi dan diberi keringanan, atau ternyata belum bawa materai (buat yang postpone LoA dan jadwal berangkatnya mepet) dsb. Walaupun begitu, daripada kena stress masih ngurusin hal-hal rempong kaya gt mending udah disiapin dari jauh jauh hari. 

3.       Latihan nulis essay dan perluas wawasan
Ini terutama terkait persiapan essay on the spot, terutama untuk kamu yang tujuannya universitas di luar negeri sudah jadi rahasia umum kalau essaynya harus dalam bahasa inggris. Sejujurnya saya merasa persiapan saya untuk tes essay paling sedikit dibandingkan dengan persiapan yang lain. Kalau dari grup-grup yang saya ikuti memang sudah banyak yang membahas perkiraan topik-topik yang akan diujikan. Bahkan J-1 tes essay masih banyak anak-anak yang nanya-nanya topik essay sama yang barusan tes essay. Saya sejujurnya sempat  terpengaruh sama anak-anak yang kumpul rame ngomongin topik essay habis tes (kan dibuat per batch dan kelompok gt, biasanya kelompok essay sama dengan kelompok LGD). Saya berharaaap banget dapat topik yang masih nyetel lah paling nggak sama bidang kerjaan sama keilmuan saya, urban and regional planning. Paling ga isu tentang reklamasi, pembakaran hutan, perubahan iklim gitu masih nyambung dan kayaknya bisa lumayan berbobot lah essaynya. Tapi sungguh diluar perkiraan … saya dapat topik essay yang saya gapernah denger sepanjang saya ikut grup persiapan LPDP.

Topik pertama adalah bagaimana seharusnya pendidikan vokasi di Indonesia dan fenomena lulusan SMK yang semakin banyak 

Topik kedua adalah tanggapan terhadap kebijakan nelayan dilarang menggunakan pukat harimau dan jaring cantrang.


            Nah loh ! wkwkwk akhirnya saya pilih topik pertama buat dikerjain karena sepertinya saya masih bisa ngerti lah daripada topik kedua. Nah sebaiknya sebelum tes banyak-banyak latihan nulis essay terkait beberapa topik yang lagi on-going di Indonesia. Ohiya, ini sepengalaman saya aja sih, menurut saya topik-topik yang isinya terlalu sensitive dan menyinggung SARA kemungkinan kecil buat keluar, seperti isu demo 4 November atau yang menyangkut soal agama dan kaum minoritas. Kebanyakan yang keluar adalah kebijakan-kebijakan pemerintah yang sedang banyak dibicarakan atau fenomena terkait development di Indonesia sendiri misalnya fenomena “brain drain” yang sempat beberapa kali muncul dalam tes essay LPDP. 
      
      4. Just be yourself, perjuangkan yang kamu mau.
Ini terkait dengan tes wawancara, dimana interviewernya terdiri dari 3 orang yang salah satunya merupakan psikolog. Yang namanya wawancara itu, merupakan tahap mengenal peserta apakah benar orang ini merupakan kandidat yang tepat untuk kita gelontorkan dana kurang lebih sekian ratus juta rupiah untuk studinya ?, Lembaga donor beasiswa tentunya ga pengen sembarangan ambil kucing dalam karung kan. Ketika kalian udah lolos yang namanya seleksi administrasi, percaya aja kalian itu udah qualified, tugas selanjutnya di tahap wawancara adalah kalian meyakinkan lembaga donor kalau kalian itu orang yang tepat buat diberikan beasiswa dan ini tentu sangat tergantung dari masing-masing pribadi. 




Saya sendiri juga sebenarnya paling takut dengan yang namanya wawancara T___T. Berdoa banyak sih saya buat tes wawancara ini wkwkw karena yaah saya bukan tipe orang yang bisa bragging atau menjual diri saya dengan baik :”D. Saya memilih menjawab sesuai dengan apa yang saya rasakan dan saya pikirkan. Pertama, kenapa saya memilih program joint degree dan itu cukup diperdebatkan oleh iinterviewer, saya jelaskan bahwa dari awal saya memang paling tertarik dengan program seperti ini dan saya rasa manfaatnya juga lebih luas dibanding program regular. Di akhir, bahkan ketika sudah ada pengumuman yang lolos LPDP, banyak yang mengajukan perpindahan universitas. Yah.. namanya juga orang pasti ingin yang terbaik untuk dia, saya juga merasa tidak ada salahnya kok kalau kita pengen yang terbaik untuk pendidikan kita. Namun disini saya ingin bermaksud baik kalau saya menyatakan minat program joint degree sejak awal, saya tidak bermaksud pilih program regular waktu wawancara supaya gampang diloloskan kemudian setelah keterima baru pindah joint degree (itu ga boleh dan sama LPDP sendiri udah diwarning kalau mau joint degree harus dinyatakan sejak awal wawancara, ini cukup beresiko loh karena biasanya diperdebatkan sama interviewer resikonya bisa aja ga lolos seleksi wawancara). Tapi karena saya merasa ini yang paling cocok untuk saya, saya menulis program tersebut dalam study plan untuk seleksi administrasi. Interviewer sempat nanyain apa plus minus program joint degree ke saya, saya jawab aja apa yang ada di pikiran saya yang melatar belakangi saya untuk memilih program tersebut. Bahkan saya sampai lupa bilang ke interviewer kalau saya ada rencana untuk apply universitas cadangan dengan program regular aja. Kalau memang kamu yakin ini program yang suit your interest the best, jangan ragu untuk perjuangkan yang kamu mau. Kalaupun kamu ditolak, itu berarti ada beasiswa lain yang lebih cocok buat kamu. :”)

Kedua, soal rencana masa depan. Mungkin ada juga yang ingin menyesuaikan dengan visi misi LPDP sehingga merasa jawaban yang cocok ketika ditanya apa yang akan dilakukan selesai masa studi adalah menjadi dosen atau menjadi PNS, atau ada yang berencana mengembangkan Indonesia bagian timur dengan membangun PLTN sekian megawatt dan lainnya. Sebenernya itu juga ga salah sih, tapi saya percayal orang itu pasti bisa tau mana ucapan dari kita yang kita pikirkan sungguh-sungguh atau selewat aja. Berkontribusi untuk Indonesia sepulang studi bisa dilakukan dengan cara lain selain jadi PNS dan dosen (ini beda yaa kalo misalnya ada yang beneran pengen jadi PNS dan dosen). Kalau misalnya kita serius dengan pekerjaan kita masing-masing dan melakukan yang terbaik dengan pekerjaan kita, sesuai dengan latar belakang studi kita itu udah berkontribusi kecil juga kok, misalnya dengan menyebarkan sikap profesionalitas di lingkungan kerja. sekarang ada yang namanya moratorium penerimaan CPNS, engga mungkin aja sepulang studi kita bener bener saklek nungguin penerimaan CPNS tanpa mempertimbangkan tawaran-tawaran kerja yang lain kan?. Menjadi dosen sendiri juga nggak gampang, harus siap siap mulai dari bawah apalagi yang belum terbiasa bekerja di lingkungan kampus. Saya berpendapat kalau untuk pertanyaan ini, kita harus mampu memberikan jawaban yang realistis, terukur, dan batas waktunya measurable. Tidak apa-apa kalau kita tidak bisa menjadi PNS atau dosen, yang penting apapun pekerjaan kita nanti, semoga dapat membawa manfaat bagi orang banyak dan bersyukur lagi kalau bisa berkontribusi untuk pembangunan Indonesia. Hhehe ceilah.. 

Yang terakhir, biasanya terkait dengan kegiatan volunteer. Sejujurnya saya sudah lama tidak berkecimpung di dunia voluntary atau kegiatan sosial terutama setahun ke belakang ini.Meskipun begitu, kalau kita emang tidak terlibat terlalu aktif dalam satu kegiatan volunteer mungkin ada baiknya jangan terlalu di blow-up atau dilebih-lebihkan. Dulu ada satu peserta yang bilang terlibat dalam satu kegiatan atau organisasi gitu, kebetulan interviewernya tahu atau kenal ketua dari organisasi tersebut, sewaktu dia nanya ke kenalannya dia malah balik nanya itu siapa ? nah loo :”) . Apa yang kita tulis dalam cv itu, harus bisa diipertanggungjawabkan. Ketika ditanya hal ini, saya menjawab kegiatan volunteer yang pernah saya lakukan dan kapan tepatnya saya melakukan itu. Saya memang bukan sampai ketua, pengurus inti, atau penggagas dari acara volunteer tapi setidaknya saya melakukan kegiatan itu karena memang keinginan saya dan bukan karena ingin ada embel-embel pernah jadi volunteer di cv saya. Just be yourself, tidak apa-apa bahkan menurut saya kalau seseorang belum ada pengalaman pekerjaan volunteer, mungkin saja selama ini seseorang tersebut lebih banyak aktif di kegiatan lain yang tidak kalah berguna seperti pertukaran pelajar, acara kegiatan pengenalan budaya, dll. Intinya, jangan sampai me-make up diri kamu untuk jadi seperti yang orang lain mau.




5.       Your attitude, it shows how valuable you are.


Namanya juga pelamar beasiswa, kita lah yang menjadi pihak pemohon dan hasil akhir tentu menjadi kebijakan dari pihak LPDP sendiri. Buat wawancara, sebisa mungkin datang lebih awal dan pakai pakaian yang sopan. Saat  wawancara gunakan kata-kata yang sopan, kalau misalnya ada perdebatan usahakan tetap maintain nada bicara yang tidak terkesan keras kepala tapi juga menunjukkan kalau kita bisa berargumen dan tahu benar pilihan kita, apabila ada kritik dan saran jangan lupa bilang terimakasih atas kritiknya dan berusaha untuk memperbaiki kekurangan, pada saat LGD juga sebaiknya tidak memotong dan terlalu defensive dengan pendapat orang lain.

6.       Be overprepared and go with the flow
Menurut saya (yang sudah gagal dua kali seleksi administrasi LPDP) wkwkwk motto saya dalam mengejar beasiswa itu santai tapi serius, serius tapi santai (lhah?). Intinya berusaha persiapkan yang terbaik, tapi gausah terlalu high expectation .. kalau udah berusaha yang terbaik, ya percaya aja hasilnya pasti mengikuti usahanya. Kalaupun toh belum lulus, coba selagi masih bisa (setahu saya sekarang untuk tahun 2017 kesempatan buat bisa nyoba beasiswa LPDP jadi 3x dari sebelumnya 2x). kalaupun memang tidak bisa, berarti ada jalan lain yang sudah dipersiapkan Allah buat kita, selama kita masih berusaha :”). Buat tes wawancara, siap siap juga dengan berbagai pertanyaan yang out of the box, kemarin saya sempat dites wawancara dalam bahasa prancis sama salah satu interviewernya (sepertinya dia dulu sempat kuliah di Prancis atau negara francophone lainnya), wkwk sempat bikin deg-degan sih untungnya masih lumayan nempel di otak soalnya lagi persiapan ambil tes DELF. Selain itu, pertanyaan-pertanyaan dari psikolog biasanya dijawab dalam bahasa Indonesia (ternyata cukup beda ya rasanya, saya mempersiapkan wawancara saya dalam bahasa inggris dan ketika menjawab pertanyaan psikolog yang sifatnya lebih ke personal, menggunakan bahasa indonesia itu memang rasanya lebih jujur “dari hati”). Dari beberapa cerita teman-teman di grup awardee batch IV, bahkan ada yang disuruh nari tradisional (yes, In the middle of interview) dan ada yang tiba tiba disuruh telpon bossnya :”D. Apapun itu, dinikmati aja proses mengejar beasiswanya dan jangan suka ngeluh ! wkkwkw

 ---
Dari pengalaman saya sendiri, itu sih yang bisa saya tulis. Selanjutnya sebenarnya saya pingin nulis pengalaman waktu apply dan wawancara Erasmus Mundus – Stede kemarin kalau ada waktu. Hmmm kayaknya sih saya lebih lancar wawancara LPDP ini dibandingin wawancara Erasmus Mundus kemarin, wkwk mungkin itu sebabnya juga kali ya saya dapat LoA programnya tapi gadapat beasiswa dari Univ Padova-nya. Apapun itu, ini jalan yang dikasih Allah untuk saya dan saya sangat bersyukur atas  jalan yang Dia pilihkan untuk saya. Mungkin tulisan ini juga ga seberapa dibandingkan blog awardee lain yang lebih rinci jelasin step-by step seleksi LPDP-nya. Semoga di lain kesempatan ada waktu buat nulis pengalaman LPDP ini lebih lanjut J. Keep writing keep bloggin’ !

Minggu, 17 Juli 2016

Tingkat Akhir dan Interstellar

Hi there !

It took me so long to write this post .  sebenarnya mungkin karena niatan nulisnya udah ada lama tapi karena terpendam cukup lama jadi lupa apa aja poin poin pentingnya. Hhehe.. Jadi mungkin pengantar dari paragraf ini bisa didahului dengan salah satu perkataan kakak kelas saya (kalau tidak salah waktu saya tingkat tiga) : “Tugas Akhir itu sesuatu banget, maksudnya mungkin dengan segala cara Tuhan pasti nunjukkin ke kamu apa aja pembelajaran yang emang belum kamu ketahui sebelum kamu lulus,”

Anyway, selama tingkat akhir tuh rasanya Tuhan banyak sekali menegur saya dengan cara-Nya sendiri. baik ketika saya mengerjakan TA atau dalam kehidupan lain-lainnya. Saya rasa Tuhan dan Pak Kadarsah tidak akan ikhlas kalau misalnya ada mahasiswanya yang lulus dengan gampang gitu aja hahaha. Mulai dari ngerjain TA, saya ga lolos aplikasi S2, terus dengan berat hati rasanya saya bisa bilang antara April sampai dengan Juni merupakan kepengurusan Kantor Berita yang paling bikin capek dan down serta paling banyak kritik buat saya, dan beberapa tetek bengek lainnya. Terus pas mau nulis gitu tiba tiba inget film interstellar. Apa aja beberapa hal yang bisa buat saya mikir kaya gitu??? wkkww here comes the lists :

1. Skenario Tuhan selalu skenario paling baik


Bisa dibilang dan saya harus mengakui kalau porsi planning dalam TA saya itu kecil, walau dia adalah bagian analisis yang menjawab tujuan dan judul TA saya. Kebanyakan porsi analisis saya habiskan untuk mengolah citra satelit yang yeuu… itu bisa dibilang kerjaannya anak geodesi.  Jadilah bagian planning dalam TA saya ada pada analisis perencanaan skenario. Belajar teknik perencanaan skenario itu ternyata minimal kita bisa bikin 4 skenario dengan dua factor trend. Haha .. intinya ada skenario optimis, skenario moderat 1, skenario moderat 2, dan skenario pesimis.

Ternyata walaupun Lindgren dan Holms bikin buku yang tebel buat khusus ngebahas analisis skenario, tetep aja apa yang terjadi dari awal manusia ada sampai kiamat nanti cuma Tuhan yang tahu. Kalau masing –masing skenario punya perumusan strategi, sebenernya manusia juga seharusnya seperti itu.. Kita gabisa selalu berharap yang bagus-bagus aja tanpa punya persiapan buat menghadapi kekalahan .

Seriously, menghadapi kekalahan itu ga semudah yang dibayangkan apalagi jika dibandingin dengan menghadapi kemenangan. When everything didn’t go as your plan, ga sedikit orang yang kecewa dan menyalahkan apapun yang bisa disalahkan, paling parah ya ga berhenti nanya ke Tuhan kenapa harus kita yang dikasi cobaan setelah usaha kita rasa rasanya gabisa lebih maksimal lagi gitu ?

Mungkin jawabannya adalah karena kita masih gatau gimana cara kerja tangan Tuhan dalam mengatur hidup kita. Manusia bisa berencana, tapi Tuhan yang menentukan. Manusia punya pensil, tapi Tuhan punya pensil dan penghapus. Tapi sebagai seseorang yang hanya mempunyai pensil dan hanya bisa berencana, sepertinya itu ga menjadikan seseorang bisa bebas berburuk sangka sama Tuhannya sendiri. Sebenarnya kalau di Al-Quran, sudah dijamin kalau misalnya Tuhan selalu memberikan yang terbaik buat umatnya. Aheheh.. jadi kalau misalnya lain kali jatuh lagi karena hal yang berbeda, harusnya gaperlu takut karena memang itu sudah saatnya kita gagal dan belajar, dan sebenarnya Tuhan sedang menghindarkan kita dari sesuatu yang lebih buruk yang belum kita bayangkan

“Not a leaf does fall but by His knowledge” (Surah Al-Anam verse 59)
 “And that man shall have nothing but what he strives for and that his striving shall soon be seen. Then he will be rewarded with a complete reward”  (Surah An-Najm verse 39-41)

2. Passion to push yourself :"

We used to look up at the sky and wonder at our place in the stars, now we just look down and worry about our place in the dirt.” (Cooper in Interstellar)
Do not go gentle into that good night; Old age should burn and rave at close of day. Rage, rage against the dying of the light.” (Dr. Brand in Interstellar)


Quotes pertama dari Cooper yang singkat tersebut sebenarnya menginterpretasikan (uduh) pandangan dia bagaimana kebanyakan orang (di film tersebut, yang sepertinya post-apocalypse) memandang hidup. Bagaimana orang-orang kebanyakan kekurangan ambisi dan passion untuk mengisi hidup mereka. Sebenarnya saya juga masih gangerti kenapa Cooper, dari sekian orang yang bisa dan mungkin gapunya dua anak yang harus ditinggalkan seperti dia, lebih milih untuk ikut dalam perjalanan yang akhirnya masih belum jelas bisa balik ke bumi lagi apa enggak. Tapi Cooper bukan tipe orang yang akan duduk diam leha-leha dan menunggu hidup berakhir begitu saja. Dia masih percaya kalau misalnya ada harapan dibalik keadaan bumi yang waktu itu sudah tidak layak lagi dihuni. He wants to make something out of it and seek out his purpose. How to live your life ? Not necessarily a happy life, but just a meaningful life J

Selesai saya sidang pertama ada kakak kelas yang bilang kaya gini ke saya, “Sebenernya yang penting TA kamu itu sesuai sama passion kamu dan kamu harus bangga sama TA kamu sendiri, malah lebih bagus lagi kalo kamu bisa lanjutin TA kamu di pekerjaan kamu abis lulus nanti”. Jujur aja pertamanya sebenernya saya juga pesimis TA saya bisa selesai juli karena memang olah datanya sulit, saya gapakai survey primer jadi gabisa minta bantuan temen-temen dan mesti banyak nanya temen yang CRS Geodesi ITB. Untung saya punya temen-temen baik J dan akhirnya saya bisa menyelesaikan TA saya juga yang saya pikir impossibru pertamanya dan saya kepikiran nyewa orang aja apa ya buat ngolah petanya. Akhirnya , akhirnya Alhamdulillah ya Allah dengan izin-Mu bisa wkwkkw.

Orang bisa bilang ambisius itu bukan sebuah sifat yang baik. Ambisius dalam menentukan tujuan sasaran malah bisa bikin penelitian ga kelar kelar hahahah (Zulkaidi, 2015) eh tapi tapi mungkin passion sama ambisi missal kesukaan kita sama salah satu bidang tersendiri itu bisa bikin kita bertahan di saat rasa jera menghadang wkwkw. Hmm… ya kalo sampai pada tingkat menghalalkan berbagai cara buat dapetin tujuan sih ya memang udah ga bener. Hanya saja, sekarang kalau dipikir-pikir memang punya tujuan itu penting. Maksudnya kita bukan segumpal daging hidup yang tiap hari berjalan ke sana kemari tanpa ada sesuatu yang kita kejar atau pengen kita raih kan ?. Saya sendiri juga gabisa bilang sih kalau saya bisa bilang tujuan hidup saya setelah lulus ini itu ini itu. I’m not better than rest of the people in defining my life and my purpose of life. Tapi paling enggak kita punya satu tujuan atau cita-cita yang bikin kita semangat buat kerja, kuliah lagi, melakukan voluntary action atau apalah. They are something that light up our lives  atau kalau orang Prancis bilang "raison d’etre" .

3.       3. Instict and Gut

Kalau ini dari temen saya sendiri : “Kata hati itu emang bisa salah jem, tapi rasanya lebih salah lagi kalau nggak ngikutin kata hati,” – seorang teman.
Murphy’s law doesn’t mean that something bad will happen. It means that whatever can happen, will happen.” –Cooper?

Percaya deh, ga ada suara yang lebih jujur dan lebih mengerti diri kita sendiri selain kata hati kita sendiri. Sebenarnya, Hukum Murphy yang asli tuh kaya gini :“If something bad can happen, it will happen,”, mungkin Cooper nggak pingin anaknya berpikir sesuatu yang negatif makanya dia memodifikasi sedikit kata katanya menjadi sesuatu yang lebih positif dan lebih memberikan harapan. Sebuah cara memandang hidup yang unik sebenernya wkwk.

Kadang sebenernya saya tuh ngerasa kalau misalnya sesuatu yang buruk akan terjadi , saya udah berfirasat sebelumnya. Misalnya saya nunggu pengumuman atau apa saya sering nebak sepertinya saya akan ada di posisi ini atau sepertinya jawabannya iya atau jawabannya tidak (terutama untuk hal-hal yang saya sering pikirn). Gatau sih ini kepedean berlebihan apa enggak, entah itu membuat saya berprasangka sesuatu yang baik atau buruk, saya selalu percaya kata hati saya. Yah dan menurut saya sih ga salah salah banget, kalo mungkin saya jatuh ya memang mungkin usaha saya kurang, sudah saatnya saya jatuh atau memang belum saatnya. Kalau Tuhan bilang “iya” untuk permintaan saya berarti memang amanah selanjutnya setelah doa saya terkabul bisa saya pegang saat itu. Above all, Intuition is your inner speak you should listen to it.

  
yea itu tiga hal sebenernya yang saya pikirin jaman-jaman tingkat akhir dan entaah kenapaa saya ngerasa kalo misalnya film interstellar ituu bener bener nyambung ama yang saya pikirin waktu itu. (jujur sih sebenernya keluar dari bioskop itu kaya masih bengong bengong mikir ini film maksutnya apaaa gitu wkwkw tapi ini film tuh bener bener bikin mikir banget deh, a pure genius ! ). Kayaknya sampai sekarang, Cooper masih jadi karakter favorit saya hehee karena pemikiran-pemikir annya dan saya sukaa banget kalau ada orang yang ngebahas film ini. wkwk udah ah segitu aja, see ya in another post 

Kamis, 05 November 2015

Im not breaking, hi strangers !

Hai!

Jadi.. buat apa post ini ? hehe sebenernya beberapa hari ini saya cukup kaget karena ada beberapa email ‘menyentuh’ masuk ke saya. Hm.. dipikir-pikir sebenarnya gabanyak juga sih , jadi beberapa email masuk ke inbox saya dari beberapa orang yang sebelumnya belum saya kenal dan mereka bilang kalau mereka baca blog saya. 

Hahaha hai strangers ! (yea kamu yang baca post ini juga). Ada perasaan seneng atau terharu gitu sih sebenernya kalau tahu ternyata blog kita ada yang baca jugaa walaupun sebenernya curhatannya gabegitu penting.

The first thing that I would like to tell you, guys. Alhamdulillah saya ga keterima waktu daftar master di sciences po kemarin.. hehe. Kenapa Alhamdulillah ? ya karena semua pemberian Tuhan itu harus disyukuri. Emang ga sedih ? Oh tentu saja sedih nangisnya aja pake tiga hari . Selain itu, ga keterimanya saya ngebuat saya belajar, saya masih kuraaaang banget pengalaman. Sebenernya bahkan saya mau buat appeal letter, maksudnya biar nanya kurang saya dimana tapi entah kenapa itu belum kesampaian. Masih sulit rasanya ngerangkai kata dan saya tahu biaya pendaftaran universitasnya ga reimbursable/refundable. Jadi yasudahlah :”). Anyway, masih nyambung sama paragraf pertama saya jadi tahu ternyata banyak orang orang yang peduli sama saya, bahkan yang saya sangka ga peduli.

Jadi suatu saat, waktu saya mau ngerjain slide sidang pembahasan juli kemarin karena ngejar tugas akhir, tiba tiba temen kp saya yang dari Surabaya yang lamaa banget rasanya gaketemu dan bahkan chat wa juga jarang, terakhir kali saya minta bantuan buat log in akun di perpus ITS  tiba tiba chat saya. Dia nawarin program yang deadlinenya sisa dua hari apa ya, ceritanya kayak program mentorship gitu dari Indonesia mengglobal kalo gasalah buat temen temen yang emang mau fokus daftar studi master setahun setelah program mentorship itu. Terus dia bilang waktu dia tahu program itu, dia inget saya karena ngebaca beberapa post kemarin yang cerita tentang saya ngedaftar ituu .. Haahaha malu banget deh. Saya cerita kalau saya ga ketrima terus dia bilang gapapa tetap semangat jangan putus asa, coba daftar itu programnya siapa tahu lolos. Kita janjian aja bareng apply tapi yak arena nyiapinnya aja Cuma semalem wkwkkw jadi pas dua minggu setelah apply pas hari pengumuman kita dinyatakan ga lolos hahha, ada yang tahu programnya ? kalau ga salah namanya program mentorship 2015 dari Indonesia mengglobal gitu..

Terus kapan itu pas saya lagi duduk duduk di HMP, ada email masuk buat nanyain post yang pernah saya tulis tentang wawancara bu Myra Gunawan yang founder studi pariwisata ITB. Huhuhu rasanya senang sekali kalau ternyata tulisannya bisa berguna buat orang lain. Hehehe dan yang terakhir ada  stranger yang nanyain tempat les IELTS saya dulu dimana soalnya dalam waktu dekat pengen ngambil IELTS. Waaa ! Alhamdulillah kalau misalnya tulisan saya bisa membukakan rezeki bagi orang lain. Itu udah lebih dari cukup buat bikin saya seneng hahahah. Dan yang ga kalah penting lagi, sebenernya paling ga itu ngasih semangat lagi buat saya hahaha, masa masa kerja saat fresh grad kan ya cukup bikin galau dan bimbang akan masa depan :”B
Anyway, beberapa hari ini saya kan emang lagi mikirin kan gimana rencana ke depan saya hehe saya masih bingung soalnya how to find what is the job that suits me best, saya bersyukur banget memang bisa kerja fulltime dulu di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, tapi saya ngerasa kalau kelamaan kerja bisa terlalu lama di comfort zone. In the other side, saya tahu kalau pengalaman kerja saya masih sangat sedikit. Jadi saya memikirkan beberapa goal dalam waktu dekat ini , saya akan menunda apply apply master dulu dalam setahun ini (IELTS nganggur? Iyah gapapah doain aja bisa ketemu banyak kesempatan buat improve bahasa inggris saya) dan akan mulai lagi apply akhir tahun 2016 :”). Sebenernya saya menunda apply tersebut bener-bener bikin saya ‘sedikit’ sedih.. terus buat apa susah-susah IELTS dulu ? buang buang energi aja mana ngerjainnya bentrok sama tugas akhir. Tapi yaudahlah yakin aja semua itu ga akan sia-sia.  

So, I made a few goals for l’annee 2016 prochaine :”) walopun belum disapprove sama orangtua. Ya Allah semoga orangtua mengizinkan dan orangtua saya sehat-sehat sajaa ya Allah sampai saya bisa membanggakan merekaa wkwkwk.



I will take DELF B2 in March 2016 which means saya akan mengikuti les intensif level B2 dari Bulan Desember. Jadi sepulang kerja saya mau belajar lagi that’s lovely language sampai saya bisa lulus DELF B2 Maret, hemm yang ini tentative sih kalo misalnya di Bulan Februari diliat liat saya masih ragu-ragu bisa lulus mungkin saya bisa nunda ngambil DELF Juni, tapi sementara plan A nya maret sih, biar ga nunda nunda toh saya tipe orang yang biasanya lebih gampang terpacu sama goal jarak dekat. Kedua, antara bulan maret, april, mei, juni, dan November saya mau ambil tes LPDP. Kalau dapat ya Alhamdulillah kalo engga ya its okay ! semoga atasan di kantor menginjinkan dan orangtua merestui , dan akhir tahun 2016 sisanya.. saya pengen daftar daftar S2 lagi :”). Terakhir semoga minimal dengan pengalaman kerja satu tahun minimal saya bisa lebih yakin milih career path dan jurusan yang bener bener saya inginkan. Huhuhuh menulis hal-hal kayak gini nyeremin juga ya karena di tahun 2015 ini banyak hal-hal yang unexpectedly happened huhuh, but that’s okay. Kayaknya semakin dewasa kita harus semakin membiasakan diri sama hal-hal yang ga sesuai rencana kita kan ? heheheh. Sekian post kali ini haha , terimakasih kalo bisa baca sampe kalimat terakhir. Semoga Tuhan selalu meridhoi setiap langkah kita :”)


Selasa, 20 Oktober 2015

August : A Myriad of Blessings in Disguise

Orang bilang seharusnya ulang tahun itu kita sebaiknya bahagia, dikasih ucapan yang baik baik, kado, dan kue-kue. Holycow aja ngasih makan gratis buat yang makan di sana pas hari ulang tahun, bodyshop aja dulu masih ngasi free gift tiap bulannya buat member yang ulang tahun, dan berbagai hal hal yang nyenengin waktu kita ulang tahun. Tapi rasanya hal-hal diatas bener bener ga saya alami di bulan ulang tahun saya pada tahun 2015 ini.

Saya ulang tahun tanggal 1 Rabi’ul Awal 1412 H. Subhanallah tanggal muda ya ! haha canda canda 19 Agustus 1993 kalender bulannya, bisa dibilang itu tanggal yang spesial karena ulangtahunnya bareng ibu saya. Hohoho. Awal bulan agustus ini juga saya resmi hengkang dari dunia perkuliahan sarjana ITB alias unexpectedly bisa juga lulus kemaren, sebuah keajaiban seorang Hafshah Najma bisa lulus tepat waktu sebenarnya. Nah balik kenapa rasanya bulan Agustus yang biasanya ditunggu-tunggu ini menjadi bulan yang penuh dengan duka dan nestapa dan samsara rasanya.

Pertama, yakni pertama kalinya ngelamar kerja di ibukota dan meninggalkan Kota Bandung yang kata Pidi Baiq ini bukan cuma masalah geografis semata, tapi juga melibatkan perasaan. Mungkin gada anak rantau yang bisa ninggalin Bandung tanpa perasaan sedih bercampur haru karena walaupun dengan macet dan angkotnya yang ugal-ugalan, Bandung itu tetep kota yang ngangenin apalagi kalo inget semua temen-temen dan saat-saat kuliah di Bandung.

Kedua, hmhm jadi tiba tiba saya batal gitu magang di sebuah NGO yang lumayan banget lah ceritanya kalo bisa punya pengalaman magang di sana. Padahal padahal yah, itu ceritanya tinggal sedikiit lagi tahapnya tapi ketika saya udah  bilang bersedia  tiba tiba saya diberi email kalau untuk beberapa pertimbangan sepertinya kerjasama tidak bisa diteruskan dan mungkin di lain kesempatan semoga da kesempatan lagi. Hiks ! sedih banget .. jadi ceritanya sebelum saya kerja di ATR (hari sebelumnya saya wawancara ke dua kementerian di Jakarta) saya pengen nyoba magang dulu di NGO itu gimana.. kan lumayan pengalaman magang di konsultan pernah, ngo pernah, terus pemerintah pernah .. hahaha kemaruk ya tapi kaya pengen tau aja bedanya gimana, dan begitu dapet email di pagi hari tersebut saya bener bener langsung sedih gituuu, padahal udah siap siap baju dan koper buat ke Tarakan, Probolinggo sama Semarang selama dua minggu.Oh ya jadi proyeknya tuh bener bener sesuai dengan yang saya suka dan masih gajauh dari TA saya, dan yang paling saya suka adalah bisa jalan jalan ke Tarakan (kota paling utara Indonesia !), Semarang dan Probolinggo sendiriiiian selama 9 hari , seru kan ya haha pokoknya saya masih gondok berapa hari setelah email sepihak itu huhuhu… akhirnya saya mempercepat kerja saya di kementrian ATR jadi mulai tanggal 18 Agustus padahal saya udah ngeplot mulai tanggal awal September (soalnya udah bilang ya buat  magang di NGO sampai akhir agustus)

Ketiga, hiks baru tiga hari resmi kerjaa saya dapat berita kalau ibu saya kecelakaan which is hanya selang sehari dari ulang tahun kita. Sedih banget,, mana kan kalau pakai bpjs gitu susah dapet kamar di rumah sakit di Jogja. Akhirnya begitu kamis saya denger kabar, saya langsung izin  dan memecahkan rekor pegawe kontrak tercepat yang minta izin kerja hahahah. Jumat pagi saya ke Gambir setelah sekian lama ga kesana (saya gasuka pakai kereta selama ini) dan dapetlah tiket kereta yang sisa dan cukup mahal buat golongan tiket ekonomi. Sampai di Jogja saya langsung ke rumah sakit. Yah … dan saya balik Jakarta hari selasa malam depannya. Sedihnya adalah saudara-saudara dan ayah saya kerjanya lagi di luar Jogja semua. Ayah saya di Cirebon bolak balik Jakarta, Mas Hafizh di Surabaya, Mas Haikal hari seninnya diklat prajab di Bogor, dan saya anak ingusan di Jakarta. Yang ada di rumah cuma adek saya dan om saya, satu tante saya dari Depok dari kamis udah langsung ke Jogja buat ngerawat ibu saya (gini nih susahnya kalo di rumah ga ada anak cewe). Di Jogja saya cuma bolak balik rumah sakit sama rumah sendiri. Di rumah sakit nungguin ibu dan di rumah bersih-bersih rumah (ini nih deritanya kalo jadi anak cewe sendiri dan orangtua gabolehin pake pembantu), beberapa hari sampai saya pulang ke Jakarta aja saya lebih sering tidur malem di rumah sakit, dan karena kelas 1 penuh terpaksa nunggu di kelas 2 yang cuma disediain kursi buat yang nunggu pasien. Jadilah tiap malem saya gentian jaga sama sodara-sodara dan tidur beralaskan karpet di kamar rumah sakit Panti Rapih. Pokoknya baju udah gembel gitu daah soalnya rencana pulang minggu sore ditunda karena gatega .. untung baju adek masih bisa dipake walau jatuhnya pake kaosnya aja udah berasa daster. 


Minggu malem, tante saya pulang. Senin malemnya, ayah saya berangkat ke Cirebon, mas hafizh balik ke Surabaya sama mas Haikal berangkat ke Bogor. Udah deh, ibu saya tambah aja sedih kan tuh kalo anak anaknya mencar lagi padahal masih sakit, yang bikin saya nunda kepulangangan jadi selasa… itupun karena permintaan ibu saya. Tapi sebisa mungkin sebelum selasa malam saya selalu di rumah sakit, pulang cuma buat bersih-bersih. Selasa malam, setelah tante saya yang dari Surabaya nyampe Jogja, saya pamit ibu saya dan berangkat ke Stasiun Tugu. Paling ga saya udah tenang ibu saya ada yang jaga…

Rabu subuh saya berangkat kerja lagi seperti biasa, dan weekendnya., seperti yang udah direncanakan saya balik ke Bandung ke kosan Budhe saya buat beres beres barang-barang terakhir. Saya gaenak kalo ninggalin barang-barang yang budhe saya harus bersihin sendiri karena pasti kamarnya mau dipake juga, lagipula bayaran kos saya yang terakhir cuma sampai agustus.. hari minggu terakhir di Bandung itu saya ngurusin pindahan barang-barang dari Bandung buat ke Jogja sama Jakarta. Buat ke Jogja pakai dua kardus besaar dan satu motor kalau ke Jakarta seadanya aja lah. Minggu sore saya pamit ke Budhe dan sekeluarga, pamitan yang terakhir kali soalnya habis ini barang-barang saya udah habis di Bandung, dan kosan resmi pindah ke Jakarta. Hari minggu itu saya ngobrol lama ama budhe, selain karena udah dua minggu ga ketemu, budhe saya pasti mau nanya nanya tentang kondisi ibu saya. 

Sebenernya saya udah lama ga ketemu Budhe, tapi yang saya lihat ada yang beda aja dari Budhe saya, kelihatan lebih cerah dan seger.. dan lebih cantik dari biasanya. Habis saya kirim paket ke Jogja saya balik dan ke travel dianterin sepupu saya. Saya pamit seperti biasa, “Iya nduk, sukses ya di Jakarta”. Dan udah .. saya nutup kaca mobil dan berlalu karena juga panik telat travel.

Semuanya berjalan normal ,sampai hari selasanya saya dapat kabar kalau budhe saya meninggal dunia. Selasa siang di ruang tv sewaktu budhe sedang masak ikan masakan kesukaan pakdhe saya soalnya besoknya ulang tahun pakdhe. Rasanya bener-bener ngga bisa percaya dan bingung harus percaya apa enggak. Karena baru dua hari yang lalu saya pamitan dan ngobrol lama dengan budhe saya. Saya langsung izin lagi sama bos di kantor buat besok datang siang karena saya pengen nganterin budhe saya buat terakhir kalinya. Selasa sore pulang kantor saya langsung pesen travel dan sampai di Bandung jam 10 malam, naik angkot langsung ke kosan saya dulu dan ngeliat orang-orang lalu lalang pakai baju hitam. Saya bener-bener gangerti, kenapa rumah yang dua hari yang lalu saya lihat masih seperti biasa sekarang bisa begini berbeda. Ada tumpukan bunga-bunga buat pusara, karangan bunga, dan yang paling gabisa saya percaya adalah jenazah budhe saya yang sudah dimandikan dibaringkan di ruang keluarga, terbujur kaku dan ngebuat saya ngilu.. Siapa yang didalam kafan ini? Bahkan untuk melihat budhe saya untuk terakhir kali saya bener bener gatega. Pakdhe saya yang stroke ada di kamarnya dan waktu saya menghampiri  beliau pakdhe saya bilang “Maafin budhe ya Najma, kalau selama ini ada kesalahan-kesalahan,” dengan terpatah-patah karena penyakit pakdhe.

Saya masih gapercaya dan bener bener takut buat tidur sendirian malemnya. Besoknyapun saya datang ke pemakaman masih ga percaya budhe saya berpulang setelah dua hari saya pamitan. Pulang dari pemakaman sepupu saya yang anak tertua budhe saya juga bilang ke saya, “Maafin kesalahan budhe ya najma, kamu bener bener yang terakhir ya yang dirawat budhe?”…

Memang selama ini banyak saudara yang nitipin anaknya ke budhe saya karena banyak saudara saya yang di ITB atau Unpad. Mas wulung, mbak melur, mas razan, mbak dea, dek ndia, dan kemudian yang terakhir sampai saya lulus Agustus ini adalah saya. Budhe saya itu udah kayak ibu saya yang kedua, sewaktu saya sakit gejala thifus bulan ini budhe saya yang anterin ke dokter dan temenin cek darah, sewaktu saya pulang malam dan belum punya kunci gerbang depan budhe saya entah kenapa selalu bisa ngerasain kalau saya pulang dan bingung karena kekunci jam 12 malam, sewaktu saya sakit hari pertama, sewaktu saya kesusahan karena hape ilang, sabar banget ngajarin saya masak dan satu-satunya yang ngehibur saya waktu pie apple saya gagal, selalu ngajak saya kalau ada acara keluarga besar dari pihak budhe saya yang padahal ga deket dengan keluarga besar dari ayah atau ibu saya, dan ngehibur saya waktu saya galolos aplikasi S2. Seolah Tuhan memanggil budhe saya dengan pertimbangan diwaktu dimana budhe saya sudah selesai merawat saya dan saudara-saudara saya yang lain. “Rasanya budhe kamu dipanggil Allah tuh nunggu kamu dulu,” banyak yang bilang begitu sama saya.

Sampai saya sadar semua musibah yang datang bertubi-tubi ga cuma ke saya ini, tapi juga ke orang-orang terdekat saya sebenarnya menyadarkan kalo ternyata di luar beratnya cobaan dan musibah yang dihadapi, ini semua udah diatur Tuhan dan Tuhan pengen ngelihat sejauh mana kita bisa kembali berprasangka baik dengan rancangan-Nya. Setelah saya berusaha mikir dimana letak kasih sayang Tuhan dari semua kejadian ini,  Saya baru sadar, kalau saya jadi keterima di NGO tersebut pasti saya ga akan  bisa pulang ke Jogja buat nemenin ibu saya dan segera balik ke Bandung buat nganterin budhe saya terakhir kalinya. Kalau saja saya menyerah di tengah jalan waktu Juni kemaren dan nunda kelulusan di Oktober dan masih harus ngerjain TA sampai Oktober, saya belum tentu bisa tahan ngerjain TA dengan kondisi di Bandung tanpa budhe saya, dan pasti ngerasa gaenak untuk tinggal di kosan tanpa budhe saya. Walaupun di awal saya sempat mikir kalau mungkin aja ada yang salah sama keputusan saya buat kerja disini, karena rasanya cobaan tuh ada ajaa terus. Well well, mungkin bahkan lebih banyak lagi blessings in disguise yang saya gatau dan gasadar sudah Allah berikan sama saya. Mungkin emang bener kalo mengeluh tuh jangan keseringan sama manusia atau medsos, karena kalau mengeluh ke Tuhan lebih besar kemungkinan untuk mengetahui alasan di balik cara kerja tangan Tuhan yang membuat kita sadar betapa besar kasih sayang yang sudah diberikan. Mungkin bohong kalau saya bilang kepergian budhe saya bukan merupakan cobaan yang berat sampai sekarang, tapi pasti itu yang terbaik dan semua hal setelah ini akan menjadi lebih baik, wkwk mungkin gadalam waktu yang cepat (yah gapapa sih its jut a matter of time) everything will be okay. If its not, it’s not the end hahaha…


Sorry for the long post :”)


Minggu, 06 September 2015

Toi (Cendrillon 2015)

Salut ! je viens de terminer une merveilleuse film : Cendrillon (2015), et je veux partager cette chanson . je l'adore et je trouve le lien de chanson du francais qui chantée par Anais Delva.
Quelle bonheur !! voici la version francaise du "Strong" 



Dans les contes merveilleux,
c'est facile d'être heureux,
Le héro prend ta main
L'amour est sans fin
Dans la vie c'est différent
Le chagrin prime souvent
Mais tu peux changer le monde de demain,
Ton sourire éclaire le ciel
Ton esprit déploie ses ailes

Ouvre ton cœur
laisse ton âme briller encore et encore
oublie toutes les peurs
l'amour vivra encore et encore
c'est de l'or que l'on a en soi
crois en toi

Il était une fois
cette fois c'est toi le roi
tu illumines deja tout autour de toi
deviens ton propre sauveur
les echecs te rendent meilleur

Ouvre ton coeur
laisse ton ame briller encore et encore
oublie toutes les peurs
la lumiere brille encore et encore
c'est de l'or que l'on a en soi
crois en toi

oiseau tout la haut dans les airs
et maitre de l'univers

Ouvre ton cœur
laisse ton âme briller encore et encore
oublie toutes les peurs
la lumière brille encore et encore
c'est de l'or que l'on a en soi
crois en toi


Rabu, 29 Juli 2015

Margaery : Some Roses Have Steel Thorns

Beberapa hari ini sewaktu liburan saya ngehabisin liburan dengan nonton  Game of Thrones (karena penasaran) dari season pertama. Yap, bisa dibilang salah satu tv series yang bagus dan berbobot karena mikir banget (minus beberapa adegan yang m-rated). Anyway, sampai sekarang saya bingung itu pemeran utamanya yang mana karena diawal saya pikir yang jadi center actionnya tuh House of Stark. Ini tv series tuh menurut saya sedikit mirip ama Shingeki no Kyojin atau Attack on Titan. mirip dengan pepatah jawa, inti dari GoT sebenarnya adalah hidup yang dipenuhi oleh perebutan harta, tahta dan wanita wkwk. Bedanya, kalau di AoT kayaknya lebih ke tahta dan harta alias perebutan atau konspirasi politik. Nah di GoT nih ada bumbu bumbu wanita yang mempengaruhi perpolitikan kerajaan. Seru banget walaupun sempat patah hati karena di Season 1 sama Season 3 dua dari Stark favorit saya mati huhu.

Pernikahan politik banyak banget dilakuin , walaupun ada juga yang nikah karena bener bener cinta sebelumnya. Lyanna Stark diculik buat memicu pemberontakan calon suaminya, Robert Baratheon dan sebagai balas dendamnya Rhaegar Targaryen (yang cerita sebenernya ada di season 4 atau 5 ya). Cersei Lannister kemudian dinikahkan sama Robert Baratheon karena perjanjian politik dengan Tywin Lannister yang membantu Robert buat jadi raja. Catelyn Tully yang awalnya ditunangkan sama Brandon Stark akhirnya dinikahkan sama adiknya Brandon Stark, Eddard Stark karena Brandon dibunuh secara brutal sama raja saat itu Aerys II Targaryen karena berusaha nolong saudaranya, Lyanna yang diculik Rhaegear Targaryen. Daenerys Targaryen dipaksa nikah sama Khal Drogo dengan harapan stallion kudanya yang banyak itu bisa bantu pemberontakan untuk menggulingkan raja sekarang. 

Pusing kan ? iya pertamanya pusing ngikutin ceritanya tapi lama lama seru juga kok. Nah di sepanjang cerita, ada salah satu cewe yang namanya Margeary Tyrell. Nah entah kenapa, dari semua karakter cewe yang juga keren keren (misalnya Catelyn Stark, she's such a badass mother when it comes to talk about their children. She is a devoted mother and is fiercely protective of her children. had some independent political influence tho) karakter cewe ini paling ngena dan paling bikin tertarik buat saya. Well, karakter cewe lain soalnya kebanyakan mengandalkan kecantikannya atau kekuasan ayah sama suaminya buat berkuasa (kaya si Cersei).
Gue aja bingung apa yah yang ada di pikirannya. Dia tiga kali menikah dan dua suami sebelumnya meninggal. Suami pertama Renly Baratheon meninggal karena dibunuh oleh Stannis Baratheon, dan Renly Baratheon sendiri juga mengklaim Iron Throne, jadi memang practically Margaery disebut sebut sebagai Queen. Parahnya suami pertamanya ini pengikut paham LGBT, yep dia homo dan punya hubungan sama saudara cowonya Margaery sendiri, Loras Tyrell. Dari awal dia dinikahin, sebenarnya dia tau itu cuma pernikahan di atas kertas dan dia bener bener toleran (sampai ke tahap yang gue udah gangerti) lagi sama kebiasaan saudara cowo sama suaminya sendiri itu. Setelah Renly meninggal, dia dinikahkan sama Raja yang menguasai Iron Throne, alias Raja yang memegang status tertinggi saat itu yaitu Joffrey Baratheon. Pernikahan ini memang pernikahan politik kan buat memperat hubungan House of Lannister sama House of Tyrell. But my God, Joffrey, he's such a monster. Buat yang udah nonton Season I sama Season II pasti udah tau gimana kejam dan brutalnya Joffrey. Marrying someone like him is such a nightmare, seriously dan untungnya, Margaery punya kemampuan buat memenangkan hati rakyatnya. seperti yang disebutkan, "Margaery demonstrated her formidable skill in her charity work to win over the commoners of King Landing and her manipulation of Joffrey by making him think she was excited by his dark impulses. Life must be hard for her, maksudnya dia nikah dua kali sama orang yang ga bener semua gitu. Pada perayaan pernikahannya, sialnya Joffrey diracun dan meninggal ditempat yang ngebuat Margaery mungkin memecahkan rekor jadi pemegang rekor mendapatkan status janda paling cepat di GoT. Sedih gaa ?

Berdasarkan pertimbangan ini itu, setelah King Joffrey meninggal maka raja selanjutnya (yang menurut gue juga raja yang gak sah) adalah adiknya sendiri, Tommen Baratheon dan Margaery direncanakan buat menikahi Tommen. Nah dan adiknya ini sebenarnya masih takut sama pengaruh Joffrey dan dia mengenal sosok raja yang sadis. Kasihan dan umurnya di bawah Margaery dan Joffrey. Sebenarnya mungkin karena nama yang dia bawa, ibaratnya dia gamau malu maluin keluarga, akhirnya dia menikah dengan Tommen. Secara kapasitas membawa diri mungkin Margaery lebih unggul dari Tommen (karena memang dia ga dilatih untuk jadi raja dan umurnya yang masih sangat muda), tapi mungkin diantara Lannister yang tersisa mungkin Tommen inilah yang masih ada harapan meskipun di belakang namanya dia punya marga Baratheon

Nah itu sekilas tentang Margaery Tyrell. 

Sampai sekarang kujuga bingung kenapa karakter ini kayak kuat banget nampol di kepala. Mungkin karena dia karakter cewe yang kuat, dia gapernah terlihat lemah meskipun hidupya bisa dibilang ga gampang. Dia juga punya kemampuan membawa diri yang bagus dan dia gapernah membiarkan lingkungan dia ataupun orang lain mempengaruhi pendirian dia. Walaupun terkesan ambisius, tapi dia selalu ngebela keluarganya, seperti waktu Loras ditangkep karena ada yang mengadukan kalau dia terlibat adulterous affair (yha yang ini merupakan akal-akalannya si Cersei). Satu lagi, dia tahu dimana posisinya dan dia punya aturan sendiri buat bermain "sehat" di ranah politik, yang didominasi sama pria.

"She has the intelligence of her brother Willas, the observance of courtesies from Garlan, and the good looks of Loras. She has also inherited her father's desire for advancement and the Queen of Thorn's cunning - yet her ability to keep her ture intentions hiddens is completely her own."


Terlepas dari beberapa sifat dia yang cunning dan sedikit terlalu ambisius (yah yang menurut gue normal aja secara memang dia harus bertahan di lingkungan yang siapapun gabisa dipercaya), dia tetep karakter GoT cewe yang paling saya suka sampai saat ini. wkwk dan mungkin alasan kenapa saya begitu sangat suka karakter ini adalah karena saya pengen jadi cewe seperti ini hahahah. Apapun itu, she is such a badass princess ! 

Minggu, 12 Juli 2015

Our Own Privileges

a short story about two close friends, a caterpillar and snail


Do you have struggles ? we all do, and nobody else knows what it's like to be in your shoes. But shouldn't that have to get in the way for us to empathize with each other's tough experiences ? 

Sometimes you are caterpillar 
you feel like someone's bugging about your easy life, said "it must be easy for you to blablah , because you are blahblah then you have blahblah". Deep inside,  you feel like this person in front of you know nothing about you. Your struggles, your pain, your hopes, your dreams, or your secrets. 

Sometimes you are snail 
you feel like why does this person in front of me can be so easily talking and bragging about this and that stuff. Does he really intend to hurt me or it's just the way he talks as usual ?

Judgement
the caterpillar doesn't even know how it's like to have a shells and so-easy-to-get stuck everywhere while he focusing on what he has, having 16 feet and found it hard to find many pairs of shoes to go to party. On the other side, the snail actually doesn't mean that caterpillar have had it easy all this time, she just want him to understand there weren't always be perks of having shells, she knows she really get stuck and couldn't go under fence.  

"Do you even know what it's like to have 16 feet? You dont. because finding my shoes is a complete night-mare "
" I'm not saying you have it easy. my shell. that's it. there's some stuff that's easier for you that's harder for me. Just like, I don't know jack about finding shoes... 
because , i dont even have feet ..." 

I thought that the main message (or the main cause) from caterpillar is that life shouldnt be that simple to always think about what we had. It's really important to see things from the other side.We can help each other overcome those obstacles, together. Its like sometimes you are snail. sometimes you are caterpillar, 

Sometimes people who complained about their life. they didn't intend to kick about and hurt our ears, they just want us to understand their struggles. that's it.
Sometimes people who said some stuff which seems to brag about their achievement, they didn't mean to hurt us, it might have been  the way God's hands worked to bring the best for us.
Look higher as a motivation, not to feel as an inferior
Look to those below you as it will more likely remind you of the favours Allah has bestowed upon you

:)