Kamis, 17 Januari 2013
I Turn to You
When I'm lost in the rain
In Your eyes I know I'll find the light
To light my way, when I'm scared losing ground
When my world is going crazy You can turn it all around
And when I'm down You're there pushing me to the top
You're always there giving me all You've got
For a shield, from the storm for a friend, for a love
To keep me safe and warm, I turn to You
For the strength to be strong, for the will to carry on
For everything You do, for everything that's true, I turn to You
When I lose the will to win
I just reach for you and I can reach the sky again
I can do anything 'cause Your love is so amazing
'Cause Your love inspires me
And when I need a friend You're always on my side
Giving me faith taking me through the night
For a shield, from the storm, for a friend, for a love
To keep me safe and warm, I turn to You
For the strength to be strong and for the will to carry on
For everything you do I turn to You
For the arms to be my shelter through all the rain
For truth that will never change for someone to lean on
But for a heart I can rely on through anything
For the one who I can run to , I turn to You "
i know, actually it was some lyrics from Christina Aguilera's song 'I Turn to You'. but that song was really touching even when i heard that song in the first time (i was a child), such a deep meaning it had. I don't know who *or what kind of person, i would be nor where i would be, but i know for sure that Allah will chose what's the best for me. in the end, i would like to turn this song into my prayer , everyday.
Thank You for being my shield through all the rain and storms
Thank You for always being on my side, giving me faith
Thank You for the strength to make me strong
and last,
Thank You .. for always listening to my selfishness, my Rabb .
Sabtu, 12 Januari 2013
Prioritas
Bener bener lagi random banget, tanpa sengaja melihat status teman saya :
pasti ada suatu saat, dimana semua kerjaan rasanya numpuk dan ga peduli seberapa capek dan bingungnya kita. Bahkan mau milih yang mana dulu buat dikerjain aja rasanya udah capek duluan. Kalau kayak gitu pasti ntar ujung-ujungnya balik ke pertanyaan "yah..... yang mana dulu yang emang kamu prioritasin ?"
kemarin waktu wawancara, ada pertanyaan gini "Kalau misalnya suatu hari nih, kamu jadi ketua acara atau penanggung jawab di suatu acara himpunan kamu, dan ternyata di tempat ini kamu juga jadi ketua. Kamu bener-bener dibutuhkan di kedua tempat tersebut dan nggak bisa setengah setengah datengnya. Mana yang kamu pilih ? "
Pertanyaan paling sulit jujur aja. "Saya gak akan milih posisi di mana hari pelaksanaanya berbarengan gitu sih kak, jadi memang hal seperti itu gak mungkin pasti udah saya rencanain jauh-jauh hari, "
"Yah.. itu kan idealnya. Saat itu ya kondisinya seperti itu kamu udah gabisa milih-milih lagi "
Oke, saya tahu wawancara ini gak akan selesai kalau saya jawabnya enggak konkret gitu. Akhirnya saya jawab menurut kata hati saya. Kalau mungkin jawabannya menurunkan penilaian untuk saya tidak apa-apa. Yang penting saya sudah berusaha jujur paling tidak untuk diri saya sendiri. Dari pertanyaan itu saya juga sadar, keadaan gak bisa selalu menyesuaikan dengan diri kita sendiri. Mungkin keadaan seperti itu, jadi ketua acara dalam dua hari bersamaan, tidak pernah terpikirkan akan terjadi. Tapi sekarang pertanyaanya apa yang akan kita lakukan kalau keadaan seperti itu benar-benar terjadi, bukan bagaimana cara mencegah keadaan tersebut terjadi. Dunia kerja yang profesional pasti juga kayak gitu, mereka gak pingin jawaban yang abu abu. Kalau gak hitam ya putih. Buat apa mereka mempekerjakan seseorang yang gak bisa memprioritaskan kantornya?
Itu sih sakleknya, tapi gak berarti juga kita harus terkungkung cuma dalem satu organisasi aja. Semakin banyak organisasi kan semakin banyak pengalaman. Balik lagi ke masalah bagi waktu dan prioritas. Sebenernya dari berbagai tempat yang membutuhkan kewajiban kita, paling tidak kita harus punya satu yang bener-bener kita prioritaskan. Dengan begitu akan lebih memudahkan kita kalau emang worst casenya keadaan seperti di atas tadi benar-benar terjadi. Dasar memilih prioritas juga harus dipikirkan baik baik. Sewaktu tugas NGT buat ngobrol-ngobrol sama warga, saya kebetulan ketemu dan ngobrol dengan kakak NIM saya yang 2009, Kak Khairun Rizki "Yang penting itu kalian berada di tempat yang tepat, kalau memang di tempat lain mungkin unit mungkin paguyuban atau masih banyak lainnya kalian lebih dibutuhkan, jangan ragu buat ngambil posisi tersebut, apalagi kalau memang di sini (*HMP) udah ada orang yang lebih tepat untuk diamanahi tugas" hmmm bisa bisa .
Selain itu, ada juga yang namanya loyalitas. "Loyalitas itu di atas prioritas " kata teman saya, Fasa. Mau seberapa banyak kegiatan yang diikutin, kalau emang dasarnya udah loyal sama sesuatu pasti kita baliknya ke dia juga, secara ga sadar dan segimana apapun keadaanya kalian dia yang jadi prioritas utama.
Perbuatan yang sedikit namun benar dan bermanfaat lebih utama daripada perbuatan yang banyak namun tidak benar dan tidak bermanfaat. Al Quran dan Sirah memberi gambaran bagaimana mementingkan kualitas dalam setiap amalan, juga dalam pembentukan pribadi.
"Ada orang yang meninggal sebelum ajalnya, karena tidak bermanfaat usianya, namun ada orang yang masih hidup setelah ajalnya, karena manfaat ilmu dan amal sholehnya, dan keturunannya."
Kalau memang kita bisa mengembangkan diri dan menghasilkan sesuatu yang lebih berkualitas di tempat lain, kenapa tidak ? berani beda itu baik c:
Rabu, 02 Januari 2013
Note de vancances #3
Kerjaan sewaktu liburan menjelang semester 4 : buka ol akademik yang bisa dianalogikan dengan buka kulkas. Udah tau belum ada isinya masih aja dibuka buka
Ayolah bapak ibu dosen, tidak baik loh jadi deadliner (kayak sendirinya enggak)

Selasa, 04 Desember 2012
#randompost 1
"Kecuali saya masuk plano nggak niat, saya nggak akan pernah mengeluh kuliah di jurusan ini "
-mahasiswi planologi 15411018-
Minggu, 02 Desember 2012
Evaluasi Feature News : Revitalisasi Gedung ITB
ITB Journalist Apprentice-Day 6
Pertemuan IJA selasa itu diisi oleh pemateri Kak Ria Ayu Pramnudita
(Pemimpin Redaksi Kantor Berita ITB, Teknik Kimia 2010) dan Kak Vernida
(Manajer Proyek Kantor Berita ITB, Teknik Fisika 2010). Inti materi dari
pertemuan hari itu adalah membahas tugas kelompok kami yang berupa feature
news. Tema feature news kita pada saat itu adalah Revitalisasi Gedung-gedung di
ITB. Saya mendapat partner untuk meliput bersama Nabila Febitsukarizky Bunyamin
dan tugas pertama kita meliput berita feature news adalah Revitalisasi Gedung
Seni Rupa ITB. Berikut saya lampirkan berita yang kami kirimkan setelah
mewawancarai Bapak Agus Ekomadyo (Dosen Arsitektur) dan Bapak Muslinang (Ketua
Proyek Pengembangan JICA) :
Dari artikel yang kami kirimkan tersebut, memang terdapat beberapa
penggunaan kata yang salah atau bahkan tidak perlu. Kalau masalah penulisan
memang itu mmerupakan evaluasi bagi saya karena yang melakukan wawancara ke
Bapak Muslinang adalah Dede dan malam itu Dede ada latihan Paduan Suara
Mahasiswa ITB. Jadi untuk menebus dosa
tidak ikut wawancara (saya ada kuliah siang itu), tugas menulis berita
diserahkan kepada saya. Maklum narasumber kami cukup sibuk walhasil kami baru
bisa melakukan wawancara pada hari Jumat. Hari Sabtu dan Minggu tentu saja
sudah ‘sengaja’ saya agendakan untuk osjur. Saya cukup kalut mengerjakan
artikel tersebut tetapi alhamdulillah sebelum tengah malam sudah selesai dan
saya kirimkan ke Kak Dita. Evaluasi dari Kak Dita cukup membangun, langsung
tepat ke inti kesalahan dan bagaimana memperbaikinya. Inti dari feature news
adalah menangkap hal-hal yang tidak bisa ditangkap oleh flash news, ambil sisi
lain dari sebuah berita. Maka dari itu kelompok kami memutuskan untuk
mengangkat tema atap sirap yang banyak orang mungkin tidak sadar apa makna di
balik jenis atap yang sudah lama menjadi ikon bangunan ITB tersebut.
Anyway, saya mendapat banyak pelajaran dari tugas kali ini. Saat
mewawancarai Bapak Agus Ekomadyo, saya memang merasa cupu pengetahuannya untuk
bidang arsitektur (hahah padahal saya kan juga masuk fakultasnya SAPPK) tapi
Bapak Agus cukup ramah dan berbicara dengan santai. Mata saya cukup terbuka dan
beliau menyarankan untuk meliput mengenai dua bangunan ITB lain yang
direkomendasikan untuk mendapat penghargaaan. Bangunan tersebut adalah Lab
Mekanika Fluida dan Lab Hidraulika. Bangunan tersebut memiliki struktur
arsitektur yang terungkap (semacem Aula Barat ITB yang legendaris ) dan ITB
berusaha untuk mempromosikan kedua bangunan tersebut ke semacam organisasi
pemberi penghargaan untuk bangunan bersejarah. Yah ITB sedang melakukan revitalisasi
yang menurut saya cukup besar-besaran, dan konservasi bangunan bersejarah
tersebut harusnya dipublikasikan. ITB itu concern
loh mengenai bangunan-bangunan bersejarah yang ada di dalamnya, sehingga tidak
heran kalau revitalisasi ini juga sekaligus memfokuskan pada ‘maintenance’
yaitu perawatan terhadap bangunan-bangunan tersebut.
Ragam Feature News
ITB Journalist
Apprentice-Day 5
Hari selasa 6 November itu, kami para peserta magang kantor berita
berkumpul di ruang rapat USDI Comlabs sekitar pukul 17.30. materi hari itu
adalah mengenai profile news,
obituari, berita penelitian, dan campus
life.
1. PROFILE NEWS
Pemateri hari itu untuk feature news : profile news adalah kak M. Hanif
(Teknik Geofisika ’09)
Deskripsi
Berita profil memiliki sifat sifat : mencerminkan kebenaran dengan sastra,
opini berdasarkan fakta; meliputi latar belakang peristiwa, sebab akibat,
interpretasi, dan penjelasan fakta
Menyertakan opini yang didasarkan dengan fakta
Bersifat menyentuh perasaan
Aspek Khas
Tiga aspek yang harus disentuh oleh sebuah feature news adalah : prestasi narasumber, impian narasumber, dan
biografi sumber. Dengan adanya ketiga aspek diatas, kita dapat membuat sebiah
feature news yang membuat pembaca dari berita fitur tersebut lebih dekat dengan
narasumber
Struktur :
- Lead
Merupakan pembuka yang mengungkapkan inti sari berita. Lead dari sebuah
feature news dapat berupa lead ringkasan, lead bercerita, lead deskriptif, lead
kutipan, lead pertanyaan, lead penggoda.
- Body
Tempat dimana kita bisa mengekspresikan tulisan kita. Sebisa mungkin tetap
didasarkan pada fakta.
- Closing
Mengikat ujung-ujung berita yang lepas dan menuju kembalI ke lead. Penutup
sebuah berita dibagi menjadi beberapa tipe yaitu penutup penyemangat, penutup
klimaks, dan penutup kronologis
2. OBITUARY NEWS
Menjelaskan kematian seorang tokoh namun fokusnya pada kehidupa dari sang
tokoh.
Struktur untuk berita obituari sama dengan struktur profile news.
Karakter dari berita obituari adalah ada unsur WH dan ada penjelasan
mengenai kapan dan penyebab dari kematian.
3. BERITA PENELITIAN
Untuk menulis berita penelitian, reporter terlebih dahulu harus mencari
topik penelitian dan narasumber terkait. Sumber berita dapat berupa web ITB, TU
Fakultas, Web lain, ataupun dosen-dosen yang terkait. Sesudah itu dilanjutkan
dengan studi penelitian dan interviewing.
Tips-tips membuat berita penelitian antara lain pelajari terlebih dahulu
penelitiannya. Karena narasumber pasti akan lebih tertarik berdiskusi dengan
seseorang yang sudah mengerti konten diskusinya, bukan pembicaraan satu arah.
Selain itu ceritakan proses penelitiannya, manfaat, dan penghargaan yang pernah
didapatkan oleh narasumber. Tuliskan artikel sejelas mungkin dan sajikan data
yang mendukung, setelah itu barulah konfirmasiartikel yang sudah dibuat dengan
narasumber untuk mendapatkan proofread.
4. CAMPUS LIFE
Merupakan artikel yang berisikan
kebiasaan/budaya yang dalam hal ini kantor berita ITB memfokuskan pada
pembahasan mengenai budaya kampus ITB. Ceritanya bersifat ringan dan santai,
terkadang malah terkesan tidak terlalu penting sehingga tidak menjadi sorotan
media lain. Fungsi dari profile news
yang bergenre campus life ini adalah
sebagai variasi atau ‘penyegar’, terkadang dapat pula berfungsi ‘memanusiakan’
ITB. Maksud dari pernyataan tersebut adalah berita campus life mengambil sisi lain dari dunia kampus ITB yang tidak
hanya berisi kegiatan-kegiatan perkuliahan dan akademik, namun juga banyak
terdapat kegiatan-kegiatan menarik dan menyenangkan seperti pagelaran budaya
atau pengabdian masyarakat.
Rabu, 28 November 2012
#Balada MPAB 2
Cerita ini bersetting di Lembang. Yep pasti udah pada tau kan kalo osjur udah sampe gunung atau luar kampus itu artinya apaan hehe. Cerita ini bukan fiktif, ya benar sodara-sodara ini nyata. Sayangnya yang tepat mengalaminya bukan saya tapi teman saya. Saya hanya menjadi penonton memang, cuma saya pikir ini benar-benar harus diabadikan dalam tulisan. setiap kali saya inget cerita ini, i'm always giggling like a little girl hahaah. check it out !
Malam itu angkatan kami yang sejumlah 96 orang, full team alias kuorum dibagi menjadi empat kloter. teman saya kebagian kloter yang mobilisasinya dipimpin oleh seorang danlap yang untuk selanjutnya kita sebut saja dengan danlap M. tau lah ya kan danlap, yang mimpin cekspek dan bawahan langsung korlap di lapangan, jadi ga heran kalo mereka harus jaim jutek dingin berwibawa gitu selama MPAB. Sebelumnya memang kami sudah diperingati untuk tidak berisik saat mobilisasi dari pos pemberhentian sampai semacam lapangan di hutan yang akan menjadi tempat menginap kami. Selama mobilisasi sih kami nurut nurut aja kagak berisik, lagipula medannya cukup berat turunan tajam, saya sih udah nggak mau bayangin gimana pulangnya ntar.
Selama mobilisasi , kami diam dan fokus memperhatikan langkah kami, takut takut kalau jalannya licin dan terpeleset , memang temponya cukup cepat sih. Jalannya menurun dan disamping kanan kami terlihat cahaya-cahaya lampu kota yang terlihat kecil, kami di ketinggian. Dingin banget udaranya saya langsung pakai syal dan sarung tangan sampai tiba-tiba danlap M menghentikan langkahnya. Kita semua udah takut ada apaan nih tiba-tiba berhenti jangan-jangan cekspek, tapi masak cek spek di tengah jalan kalo ketabrak mobil motor sepeda gimana ?, kalo dimarahin warga yang lagi ngeronda gimana ? kalo nanti ada beruang nyasar gimana ?(serius ini pikiran saya soalnya saya barusan denger di Prancis ada beruang nyasar)
Danlap M : Kalian tau...
PL 11 : .. (mulai cemas)
Danlap M : Apa yang ada di sebelah kanan kalian ?
PL 11 : .. (menoleh ke kanan semua, melihat pemandangan kota yang berada jauh di bawah kami)
Danlap M : ...
PL 11 :...
Danlap M : ...
PL 11 : .. (masih gak ngerti arah pembicaraan Danlap M)
Danlap M : Itu ..... adalah Bandung (dengan muka serius) . Di Bandung ...
PL 11 : ...
Danlap M : Di Bandung ada ITB .... (masih dengan muka teramat serius)
Danlap M : (kayaknya juga bingung mau ngapain ) , ada yang mau berkomentar ??
PL 11 : ...
Danlap M : (akhirnya maksa) yak N**a(nama temen saya ) ? apa komentarmu ?
N : enggg ...cukup indah, kak
Danlap M : ...
PL 11 : ...
Danlap M : .. Bagus, mari kita lanjutkan perjalanan.
Ini ! ini ! bener bener hal terabstrak yang pernah saya temuin selama MPAB. Saya udah setengah mati nahan ketawa pas adegan sinetron itu terjadi , emang kenapa gitu kalo misalnya di sebelah kanan kita Bandung terus di Bandung ada ITB . temen saya bahkan sampai ada yang pegangan temen saya yang lain biar gak ketawa. Sampai sekarang saya sendiri masih tidak mengetahui motif atau apapun yang melatarbelakangi danlap M berorasi singkat dengan tema seperti itu di tengah perjalanan kami. Sungguh mungkin yang tahu hanya rumput yang bergoyang kala itu di Lembang. Kalau mau positive thinking mungkin danlap M pingin kita istirahat sebentar sebelum akhirnya kita menemui medan yang lebih berat lagi. Hahaha apapun itu ini merupakan hal yang paling saya inget di malam MPAB menuju pelantikan. Suatu saat saya pasti kangen saat saat osjur bersama angkatan saya, susah sedih seneng bareng bareng apalagi kalo ada kejadian konyol cemcem syaukat kebelet hahah. udah ah sekian dulu , kalau saya inget cerita cerita lucu sewaktu MPAB semoga saya punya cukup waktu untuk menulis di blog ini. terimakasih sudah membaca !
Rabu, 21 November 2012
Mon premier article !!
Di saat saya seharusnya menyibukkan diri dengan laporan Analisis Sosial Kependudukan, follow up asistensi pengmas yang hari Jumat besok harus disosialisasikan ke warga HMP, pertanyaan wawancara untuk dosen berprestasi bidang pengajaran yang saking sibuknya beliau saya harus wawancara lewat email, dan seabrek tugas akademik maupun osjur yang sangat menyunat waktu tidur saya ..
Saya membuka halaman itb.ac.id , yah tepatnya saya membukanya beberapa saat sebelum asistensi pengmas. Kemudiaaan inilah saudara-saudara sekalian hal yang saya temukan , yang berhasil memompa semangat saya melalui sisa bulan November ini :
zoom in deh
zoom in lagi
daaan
begitu melihat artikel tersebut, karena saya sedang berada di tengah keramaian dan teman-teman saya sedang sibuk mempersiapkan draft pengmas dan sebentar lagi kakaknya datang. jadi reaksi saya :
outside :
beneran deh saya pengen banget nari-nari gitu saat itu juga, tapi apa mau dikata suasananya memang serius saat itu (yakali asistensi pengmas tiba-tiba saya joget-joget di depan angkatan dan senior saya, bisa-bisa langsung dilariin ke boromeus). Walhasil perasaan bahagia yang membuncah ini saya tahan dan sepanjang perjalanan balik ke kosan saya gak tahan buat senyum senyum sendiri di atas motor. Yay artikel pertama saya ! itupun sebenarnya bisa dibilang wawancara dadakan saat kemarin senin saya gak sengaja lewat sekre HMF. Walaupun begitu, saya tahu masih banyak kesalahan saat berita tersebut belum diedit tim redaksi kantor berita (kalau saya kan tim redaksi magang ), yah semoga dengan ini kemampuan menulis saya semakin bagus , sekaliber Goenawan Muhammad hahah dan menjadi pemompa semangat saya untuk semakin menikmati pekerjaan sampingan saya ini (^,^)9. Hahah udah dulu ah mikirin laporan dulu. Bonne nuit, mes amis !
Senin, 19 November 2012
#Balada MPAB 1
Siang itu, 18 November 2012 kami angkatan Planologi mengikuti rangkaian acara MPAB (Masa Penerimaan Anggota Biasa), yang lebih awam dikenal dengan sebutan 'osjur' di kalangan mahasiswa/i ITB. Ceritanya, saya menemani teman saya yang kakinya keseleo ke kamar mandi sebelum jam makan siang. Kebetulan siang itu banyak sekali teman saya yang ke kamar mandi dan kami hanya diperbolehkan menggunakan kamar mandi CC Barat lantai atas. dengan jumlah sebanyak itu, tidak heran kalau jam 'ke toilet' menyita cukup banyak waktu. Sesudah semuanya selesai, kami kembali ke selasar planologi untuk makan siang, rupanya teman-teman satu angkatan kami menunggu kedatangan kami, para 'rombongan toilet' buat makan siang bareng. Saya dan teman saya tentu yang terakhir tiba di lingkaran angkatan kami karena jalan kami yang tersendat-sendat, untungnya makanan kami sudah disiapkan oleh teman-teman .Namun sayangnya waktu makan kami cukup 'dipersingkat dengan terpaksa' karena kami mengacaukan timeline acara dengan terlalu lama menggunakan jam toilet. Sesudah makan kami dibariskan dan danpas mulai berorasi :
D : Katanya.... waktu paling disukai di MPAB ini adalah waktu ke toilet...
PL 11 : ...
D : Kalian tau kenapa ?
PL 11 : ..
D : ..
PL 11 : ..
D : Soalnya kalian bisa leha-leha kan ?!? (tibatiba naik intonasinya) liat tadi ! kelamaan di kamar mandi, waktu makan kalian jadi dipersingkat kan?!? Nggak enak kan makan diburu-buru ?!? kalau kalian bisa lebih cepet, kalian juga yang gabakal kesusahan, kalian ... (dipotong sama temen saya yang tadi saya papah)
A : Interupsi danlap ! tadi teman-teman saya terlambat makan karena saya sedang sakit kaki jadi tidak bisa berjalan seperti biasa, makanyaa (kembali dipotong bang danpas )
D : Iya saya tau tapi saya nggak nyalahin kamu , nggak ada kamu pun emang kalian tu tetep lenjeh-lenjeh di kamar mandi ! bikin telat jam makan temen-temen kalian yang lain kan ?!? Kalian tuh ..(kembali dipotong)
S : Interupsi Danlap !
D : Ya kamu ! mau ngomong apa ?!?
S : Tadi kami telat datang dari kamar mandi karena saya buang air besar Danlap !
PL 11 :
Saya :
D : ......
PL 11 : ...
D : Yasudah, yang belum minum tadi sekarang minum air aja dulu.
PL 11 : ... (ambil botol air buat minum dengan tampang innocent)
maaf bang Danpas, angkatan kami memang benar-benar jujur ala kadarnya tidak ada sama sekali udang dibalik balik. Bagaimanapun juga saya bangga dengan angkatan saya ini. Sekali keluarga tetep keluarga kan yah ? Planologi 2011 kompak satu angkatan (9'A')9 !
Senin, 12 November 2012
Feature News dalam Lingkup Kantor Berita ITB
Journalist Apprentice – Day 4
Feature News
Jam setengah 9
pagi hari itu, 3 November 201 Saya bersiap menuju gedung Annex untuk mengikuti
pelatihan jurnalistik ITB Journalist Apprentice keempat. Karena saya akan izin sekitar jam 10 maka saya datang lebih
dahulu, setelah sebelumnya kumpul angkatan untuk membahas persiapan MPAB.
Pemateri hari itu adalah Kak Dita (TK ’10) yang akan membahas tentang feature news dan evaluasi mengenai tugas
flash news pertama kami.
Fungsi dari feature news (berita fitur) adalah membuat
sebuah berita menjadi menarik dan relevan.
Ciri pokok dari feature news adalah :
- In depth news : mengulas berita secara lebih dalam. Contohnya flash news dapat dikembangkan menjadi feature news
- Mengulas mengapa dan bagaimana. Karena kedua tersebut dapat membuat sebuah feature news menjadi lebih menarik dan menjelaskan lebih dalam.
- Penting untuk memilih sudut pandang , galilah human interest
- Membuat hal yang ringan menjadi menarik
- Timeless : sebuah feature news akan bersifat relevan kapan saja. Karena sifatnya yang tidak terikat waktu dan dapat dibaca berulang-ulang.
Berita fitur di kantor berita ITB terdiri dari profil,
penelitian, obituari, dan campus life.
Karakteristik berita
fantara lain :
Terdiri dari
500-700 kata
Biasanya
bertipe naratif
Tenggat waktu
lebih longgar jika dibandingkan flash
news
Gaya bahasa
lebih bebas
Bagaimana caranya
membuat feature news?
- Semuanya tentang sudut pandang
Visi kantor berita : menunjukkan ekselensi ITB
melalui pemberitaan yang sesuai dengan kebutuhan dan masih dalam koridor etika
jurnalisme.
- Bahas sisi lain dari flash news
- Beritakan kebenaran, bukan kabar burung atau gossip
Dapat juga digunakan untuk kesempatan
mengklarifikasi kejadian-kejadian yang menyangkut nama baik ITB
- Lihat sisi positif dari setiap kejadian
Misalnya
adalah berita mengenai plagiarisme, diberitahukan pula perbaikan-apa saja
yang sudah pihak ITB lakukan untuk mencegah hal tersebut terjadi.
Langkah membuat berita atau penyusunan
berita :
- Brainstorming
- Penentuan tujuan (temukan hal menarik untuk diangkat )
- Riset mengenai topik yang diangkat
- Pembuatan judul dan teras berita yang menarik perhatian
- Menggunakan gaya bahasa yang menarik
- Pemberian kesimpulan yang esensi
Langganan:
Postingan (Atom)






















